Advertisement

iklan

EUR/USD Runtuh Gegara Serangan Rudal Rusia

Penulis

+ -

Aksi militer Rusia merontokkan nilai tukar euro, rubel, serta mata uang-mata uang high risk. Sebaliknya, dolar AS beserta rekan-rekan safe haven-nya menguat pesat.

iklan

iklan

Seputarforex - Rusia menembakkan rudal ke sejumlah kota besar di Ukraina, serta mendaratkan pasukannya di pesisir selatan. Aksi militer Rusia langsung merontokkan nilai tukar euro, rubel, serta mata uang-mata uang high risk. Sebaliknya, dolar AS beserta rekan-rekan safe haven-nya menguat pesat. Saat berita ditulis, EUR/USD (24/Februari) tertekan pada kisaran 1.1245.

EURUSD Daily Grafik EUR/USD Daily via TradingView

Sebelum menitahkan serangan atas Ukraina, Presiden Rusia Vladimir Putin mengulangi tuntutannya agar NATO menolak permohonan Ukraina untuk menjadi anggota mereka. Ia mengklaim terpaksa melancarkan aksi militer karena Rusia tak memiliki pilihan lain kecuali melindungi dirinya dari ancaman Ukraina modern.

"Rusia tidak bisa merasa aman, berkembang, dan hidup dengan ancaman terus-menerus yang berasal dari wilayah Ukraina modern," kata Putin. "Semua tanggung jawab atas pertumpahan darah akan berada pada hati nurani rezim yang berkuasa di Ukraina."

Putin menyatakan bahwa operasi militer Rusia tidak termasuk rencana untuk menduduki teritori Ukraina. Namun, ia tak menjelaskan seberapa luas cakupan serangan mendatang.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, menanggapi via akun Twitternya, "Putin baru saja meluncurkan invasi penuh atas Ukraina. Kota-kota Ukraina yang damai sedang diserang. Ini adalah perang agresi. Ukraina akan mempertahankan dirinya sendiri dan akan menang. Dunia dapat dan harus menghentikan Putin. Waktu untuk bertindak adalah sekarang."

AS dan sekutunya mengutuk serangan Rusia atas Ukraina. Namun, mereka belum menjelaskan langkah balasan apa yang akan diambil. Sementara itu, pasar keuangan langsung bereaksi keras.

Bursa saham ambruk, sementara harga minyak mentah melonjak lebih dari 5 persen hingga menembus ambang USD100 per barel. Trader dan investor memburu safe haven sembari melepas euro dan aset-aset high risk non-komoditas energi.

AUD/USD dan NZD/USD sempat terdongkrak oleh keputusan bank sentral New Zealand kemarin, tetapi langsung ambruk sekitar 0.7 persen hari ini. Pound sterling juga jatuh lebih dari 0.5 persen versus dolar AS.

"Situasi jelas tampaknya seperti akan memburuk sebelum membaik, dan itu berarti mata uang komoditas dapat melemah," kata Joseph Capurso, pakar strategi dari Commonwealth Bank of Australia, "Jika situasi benar-benar memburuk, Aussie dapat menguji 0.70 dan euro siap untuk jatuh sedikit lebih banyak."

Download Seputarforex App

297356
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.