Advertisement

iklan

Federal Reserve Luncurkan QE Babak Empat, Dolar AS Rebound

Federal Reserve memutuskan untuk menginjeksi likuiditas hingga USD1.5 Triliun via operasi repo. Pelaku pasar menganggapnya sebagai Quantitative Easing.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Greenback terpantau rebound pesat versus sejumlah mata uang mayor, menyusul persaingan antar bank sentral untuk meluncurkan stimulus moneter besar-besaran. Bank sentral Eropa (ECB) dianggap mengecewakan investor karena skala stimulus terlalu minim. Sebaliknya, Dolar AS menjadi sorotan karena Federal Reserve memutuskan untuk menginjeksi likuiditas jangka pendek hingga USD1.5 Triliun via operasi repo.

Situasi tersebut mendorong kenaikan indeks Dolar AS ke kisaran 97.50-an dalam perdagangan awal sesi Eropa hari ini (13/Maret). EUR/USD tumbang ke kisaran 1.1183. Dolar AS juga menguat lebih dari 1 persen versus Yen ke kisaran 105.90. Ada rumor yang menyebutkan bahwa Bank of Japan (BoJ) akan merilis stimulus tambahan pekan depan, tetapi belum ada konfirmasi resmi.

EURUSD DailyGrafik EUR/USD Daily via Tradingview.com

Dini hari tadi, Federal Reserve wilayah New York mengumumkan akan menginjeksi dana senilai USD1.5 Triliun ke dalam sistem keuangan. The Fed juga berjanji akan melakukan pembelian sekuritas lagi, mirip seperti program Quantitative Easing yang terakhir kali diselenggarakan pada era krisis 2008. Langkah tersebut diambil untuk merespons kolaps-nya bursa Wall Street dalam semalam.

Langkah The Fed New York sebenarnya ditujukan untuk menjamin ketersediaan likuiditas pasar. Namun, beberapa analis mengatakan bahwa ini jelas merupakan Quantitative Easing (QE) keempat dalam sejarah Federal Reserve, meskipun para pejabat teras bank sentral tak menyatakannya secara eksplisit.

"QE4 sudah tiba. Ini jauh berbeda dengan pembelian obligasi (biasa), yang secara efektif hanya memperbolehkan perbankan untuk menukar obligasi dengan cadangan di The Fed. Aksi ini akan mengimbangi tekanan tak terelakkan pada pertumbuhan money supply seiring terjadinya kontraksi aktivitas ekonomi. Ini semestinya melemahkan Dolar dan menaikkan harga aset, jika hal-hal lain normal. Langkah ini tidak akan (melemahkan Dolar dan menaikkan harga aset keuangan pada situasi sekarang -red), tetapi setidaknya dapat membatasi kerusakan (pasar)," kata Ian Shepherdson, pimpinan ekonom Pantheon Macroeconomics.

292316

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.