Advertisement

iklan

FOMC September 2014 Belum Singgung Waktu Kenaikan Suku Bunga AS

Penulis

+ -

Bank Sentral AS kembali menegaskan bahwa pihaknya akan menaikkan tingkat suku bunga pada waktu yang paling memungkinkan pasca berakhirnya program pemotongan stimulus. Sejumlah pihak merasa kecewa saat Yellen menyatakan bahwa tidak ada "kalender" yang dapat memastikan kapan tepatnya suku bunga akan ditingkatkan.

iklan

iklan

Bank Sentral AS kembali menegaskan bahwa pihaknya akan menaikkan tingkat suku bunga pada waktu yang paling memungkinkan pasca berakhirnya program pemotongan stimulus. Pengumuman tersebut disampaikan pada Kamis (18/09) dini hari tadi oleh Janet Yellen sebagai Ketua The Fed setelah rapat FOMC berakhir.

yellen_fed
Dalam konferensinya tersebut, sejumlah pihak merasa kecewa saat Yellen menyatakan bahwa tidak ada "kalender" yang dapat memastikan kapan tepatnya suku bunga akan ditingkatkan. Namun, kekecewaan itu tentu saja tak dirasakan oleh pihak Dow Jones yang menutup rekornya di level tinggi.

Stimulus Kembali Dipangkas, Fokus Pasar Tenaga Kerja

Selain itu, The Fed juga mengumumkan penyelesaian program stimulus (QE), seperti yang sudah banyak diekspektasikan. Pembelian aset bulanan yang sudah tinggal $25 miliar, kembali dipangkas hingga menjadi $15 miliar saja saat ini. Dan pada rapat FOMC pada bulan Oktober mendatang, pemangkasan diperkirakan akan rampung.

Meskipun hampir pasti jika tapering stimulus akan berakhir bulan depan, The Fed tak lantas segera menaikkan tingkat suku bunga setelahnya. Pasar tenaga kerja masih menjadi pertimbangan Yellen dalam melaksanakan kebijakan moneter ketat.

"Masih terlalu banyak orang yang menginginkan sebuah pekerjaan namun masih belum bisa mendapatkannya. Terlalu banyak orang bekerja paruh waktu padahal sesungguhnya mereka ingin mendapatkan pekerjaan yang full-time. Dan masih terlalu banyak pula orang yang tidak mencari pekerjaan, namun akan mencarinya jika pasar tenaga kerja lebih kuat." tutur Yellen dalam konferensinya malam tadi.

Dolar AS Menguat

Atas munculnya pengumuman dari The Fed tersebut Dolar AS pun merajai sesi perdagangan Amerika malam tadi dalam tren bullish. Padahal sebelumnya, Dolar AS sempat melemah akibat menurunnya Indeks Harga Konsumen AS sebanyak 0.2 persen menjadi 1.7 persen pada bulan Agustus. Padahal, diekspektasi, inflasi akan menguat hingga 1.9 persen.

Fokus pasar memang benar-benar penuh pada The Fed, sehingga EUR/USD harus terjun sekitar 81 pip ke posisi 1.28377. USD/JPY bahkan melompat menembus level 108.22. Sedangkan GBP/USD masih terselamatkan oleh data tenaga kerja, sehingga penurunannya tak terlalu drastis.  

200624
Penulis

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC   |   Smartphone

AWAS
Grup Telegram Palsu Mengatasnamakan Seputarforex!

Baca Selengkapnya Di Sini