OctaFx

iklan

3 Hal Tentang Muramnya GDP AS Kuartal Pertama 2014

Pergerakan Dolar AS malam tadi terpantau beragam terhadap mata uang-mata uang mayor lainnya. Rilisnya laporan Produk Domestik Bruto atau GDP Amerika Serikat merupakan penyebab utama pergolakan Greenback malam tadi. GDP AS secara mengejutkan merosot ke 2.9% di kuartal pertama tahun 2014.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Pergerakan Dolar AS malam tadi terpantau beragam terhadap mata uang-mata uang mayor lainnya. Rilisnya laporan Produk Domestik Bruto atau GDP Amerika Serikat merupakan penyebab utama pergolakan Greenback malam tadi. GDP AS secara mengejutkan merosot ke 2.9% di kuartal pertama tahun 2014. Angka tersebut merupakan yang terburuk dalam lima tahun terakhir ini. Berikut ini adalah tiga hal yang perlu diketahui tentang GDP AS terbaru.

us_gdp

1. Kuartal Yang Muram

Cuaca dingin ekstrim yang dianggap sebagai penyebab terpuruknya angka GDP AS malam tadi nampaknya benar-benar harus diwaspadai. Betapa tidak, angka tersebut hampir sama menyedihkannya dengan kuartal saat terjadinya peristiwa-peristiwa tragis seperti bangkrutnya perusahaan Lehman Brothers, Badai Katrina, serta serangan teror 11 September.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2001, yaitu tahun terjadinya serangan teror 11 September, ekonomi Amerika Serikat terkontraksi hingga 1.2%. Kemudian pada saat badai Katrina pada tahun 2005, GDP AS harus menyerah untuk tertekan hingga 3.3%. Dan pada kuartal ketiga tahun 2008, yaitu saat bangkrutnya Lehman Brothers, ekonomi terkontraksi hingga 2% meskipun akhirnya meroket hingga 8% pada kuartal keempat.

2. Terancam Gagal Mencapai Target

Kontraksi cukup besar yang terjadi dalam kuartal pertama 2014 ini tentu saja menciutkan harapan akan penguatan perekonomian yang sempurna untuk tahun 2014. Ramalan konsensus memperkirakan kontraksi 1,8%, namun nyatanya perekonomian menciut 2,9%. Oleh karena itu, untuk mencapai target pertumbuhan GDP yang telah ditetapkan The Fed, pertumbuhan kuartalan berikutnya tahun ini harus lebih dari 4%. Padahal, pertumbuhan setinggi itu sulit untuk dicapai.

3. Membengkaknya Anggaran Layanan Kesehatan Dan Impor

Faktor utama menurunnya revisi GDP kali ini adalah membengkaknya anggaran untuk layanan kesehatan. Hal ini semacam dua sisi mata uang, di satu sisi tak baik bagi pertumbuhan ekonomi, tetapi di sisi lain menunjukkan perbaikan di bidang layanan kesehatan. Data terbaru menunjukkan, membengkaknya  anggaran layanan kesehatan telah membebani pertumbuhan pada kuartal pertama hingga 0.16%.

Selain anggaran untuk layanan kesehatan, impor AS juga merangkak naik hingga 1.8% dibandingkan dengan estimasi awal yang memperkirakan kenaikan hanya akan mencapai 0.7%. Kenaikan impor memicu penurunan GDP, ditambah lagi karena ekspor pun menurun akibat berkurangnya permintaan global.

Selain GDP, malam tadi Departemen Perdagangan AS juga merilis laporan data mengenai pesanan barang tahan lama yang tercatat jatuh 0.1% pada bulan Mei versus ekspektasi naik 0.2%. Dengan demikian Dolar pun melemah dan besar kemungkinan bagi The Fed untuk memperpanjang tingkat suku bunga rendah dalam waktu yang lama.

184678

SFN merupakan hasil kerjasama beberapa personel tim Seputarforex untuk mengulas berita-berita terkini di bidang forex maupun saham.