Advertisement

iklan

Dolar Makin Unggul, Analis: 'USD/JPY Bisa Uji 110 Di Akhir Tahun'

Dolar kembali menggapai level terkuat enam tahunnya terhadap Yen pada hari Selasa (09/09) ini, setelah imbal hasil obligasi pemerintah melonjak akibat spekulasi dari laporan ekonomi pekan ini. The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunganya tahun depan.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Dolar AS kembali menggapai level terkuat enam tahunnya terhadap Yen pada hari Selasa (09/09) ini, setelah imbal hasil obligasi pemerintah melonjak akibat spekulasi dari laporan ekonomi pekan ini. The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunganya tahun depan.

usdjpy_bullish

Optimisme Terhadap Ekonomi AS

Pengukuran terhadap Greenback menyentuh level tinggi 14 bulan sebelum data Amerika Serikat diprediksikan akan mengalami penurunan angka klaim pengangguran dan peningkatan angka penjualan retail. Para pejabat The Fed akan menggelar rapat FOMC pada tanggal 16-17 September pekan depan.

Menurut penelitian San Fransisco Fed, rendahnya volatilitas dalam pasar finansial mensinyalir bahwa para trader meremehkan kenaikan suku bunga. Sedangkan Kengo Suzuki, Kepala Ahli Strategi Mizuho Securities di Tokyo mengatakan, "Dolar tampak sedang menguji level tinggi baru terhadap Yen menjelang pertemuan The Fed pekan depan".

Lebih lanjut, Suzuki menambahkan kepada Bloomberg bahwa Dolar menembus batas akibat para investor yang optimis terhadap perekonomian AS. Selain itu, The Fed juga akan membahas lebih serius masalah kebijakan setelah tapering berakhir. Menurutnya, Yen dapat menguji posisi 110 per Dolar tahun ini.

Ungguli Yen Pasca Notulensi BOJ

Menurut data Bloomberg, pada pukul 11:57 pagi waktu Tokyo hari ini, Dolar AS unggul 0.2 persen terhadap Yen di angka 106.21 setelah sebelumnya berada pada posisi 106.28, level tertinggi sejak bulan Oktober 2008.

Pagi ini, BOJ merilis notulensi rapatnya yang berlangsung pada bulan Agustus lalu. Dalam hasil rapat tercatat bahwa para pembuat kebijakan Bank Sentral Jepang fokus pada stabilitas harga seiring dengan penilaian mereka terhadap inflasi 2% yang ditargetkan dapat tercapai pada tahun 2015.

Pada bulan April 2013, BOJ diketahui telah melancarkan pelonggaran moneter secara agresif yang targetnya akan berlangsung hingga 2015. Dan dalam pertemuan pada bulan Agustus dan September, hasil pemungutan suara tanpa nama kepada dewan BOJ memutuskan sepakat untuk tak mengubah kebijakan yang telah mereka tetapkan sebelumnya.

198751

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


15 Jul 2019