Advertisement

iklan

Dolar Mantapkan Bull Pasca Pidato Yellen Di Akhir Pekan

Dolar AS menyentuh level tinggi satu bulan terhadap Yen dan lebih kuat terhadap mata uang-mata uang mayor lainnya setelah komentar Ketua The Fed, Janet Yellen, pekan lalu memperbesar prospek kenaikan tingkat suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dolar AS menyentuh level tinggi satu bulan terhadap Yen di hari Senin (30/05) pagi ini dan lebih kuat terhadap mata uang-mata uang mayor lainnya setelah komentar Ketua The Fed, Janet Yellen, pekan lalu memperbesar prospek kenaikan tingkat suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

dolar_as
Dolar AS diperdagangkan di atas level 110 terhadap yen, dengan USD/JPY yang menduduki angka 110.74 yen, naik 0.3 persen setelah sempat menyentuh level 110.33 pada sesi perdagangan New York akhir pekan lalu. Di sisi lain, Euro melayang di dekat level rendah dua setengah bulan, dimana EUR/USD menduduki posisi 1.1109 setelah memudar 0.7 persen pada hari Jumat lalu.

Indeks Dolar AS menambah perolehannya di hari Jumat lalu, dengan menyentuh angka 95-828, level tertingginya dalam dua bulan terakhir. Sedangkan AUD/USD tampak stabil di angka 0.7181 setelah memudar 0.6 persen pada hari Jumat lalu.

 

Hawkish-nya Yellen Dan Politik Jepang

Ketua The Fed pada hari Jumat lalu mengatakan bahwa kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang akan menjadi kebijakan yang sesuai, terutama jika perekonomian dan pasar tenaga kerja terus meningkat. Dukungan kenaikan suku bunga dari Yellen ini memenuhi apa yang dicari oleh pasar mata uang untuk makin memantapkan posisi bull Dolar yang sebelumnya juga sudah terdukung oleh data indikator ekonomi AS yang meningkat dan komentar dari sejumlah pejabat The Fed lainnya.

Selain suara hawkish dari Yellen, perkembangan politik di Tokyo juga tampak mendukung Dolar terhadap Yen. PM Jepang saat ini, Shinzo Abe, berencana untuk menunda kenaikan pajak penjualan selama dua setengah tahun, demikian yang diungkapkan oleh seorang pejabat pemerintah yang dikutip oleh Reuters. Jepang juga tampak sedang menghimpun anggaran pelengkap untuk mendorong ekonomi Jepang, dengan tindakan yang diharapkan akan disusul dengan pelonggaran moneter lebih jauh oleh Bank Sentral Jepang.

Menurut Masafumi Yamamoto, Ahli Strategi Mata Uang di Mizuho Securities di Tokyo, kebijakan fiskal memang positif untuk yen. Namun apabila stimulus diiringi dengan pelonggaran moneter tambahan, maka hal itu akan menjadi faktor pelemah yen. Selain itu, potensi penurunan peringkat kredit juga akan memperlemah yen, sehingga secara umum pergerakan yen akan lemah, kata Yamamoto pada Reuters.

265535

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


18 Jul 2019

15 Jul 2019