Bull Yen Mereda Akibat Susutnya Permintaan Dan Defisit Neraca Perdagangan

Yen menambah pelemahannya seiring dengan berkurangnya permintaan terhadap mata uang safe haven di sesi perdagangan Asia Senin (20/Juni), menyusul hasil polling sementara yang memenangkan suara "Bremain" dan defiisitnya neraca perdagangan Jepang.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Yen menambah pelemahannya seiring dengan berkurangnya permintaan terhadap mata uang safe haven di sesi perdagangan Asia Senin (20/Juni) pagi ini. Menyusutnya permintaan terhadap Yen terjadi menyusul hasil polling sementara yang memenangkan suara "Bremain", dimana ini berarti Inggris akan tetap menjadi anggota Uni Eropa. Kondisi ini terjadi di tengah disuspensinya kampanye referendum 23 Juni akibat pembunuhan terhadap salah seorang politisi Inggris yang mendukung "Bremain".

yen_jepang
Selain isu Inggris, dari Jepang sendiri pagi ini dilaporkan bahwa neraca perdagangan Jepang yang telah disesuaikan tercatat pada angka 270 miliar Yen, lebih besar dari surplus 130 miliar Yen yang diekspektasikan untuk bulan Mei. Sementara itu, ekspor menurun 11.3 persen, lebih besar daripada penurunan 10.4 persen dalam year-on-year dan impor tercatat sesuai ekspektasi, yakni menurun 13.8 persen tahun ke tahun. Neraca perdagangan secara keseluruhan dilaporkan menurun 41 miliar Yen dan menjadi defisit untuk pertama kalinya dalam empat bulan.   

Menyusul kabar ini, USD/JPY diperdagangkan pada angka 104.66, naik 0.46 persen. Indeks Dolar, yang mengukur kekuatan Dolar terhadap mata uang-mata uang mayor, menurun 0.56 persen ke angka 93.77.


Review Yen Minggu Lalu

Pada hari Jumat akhir pekan lalu, USD/JPY naik ke level tinggi hariannya, setelah Menteri Keuangan Jepang, Taro Aso, mengingatkan bahwa Tokyo sudah siap untuk mengambil tindakan terhadap penguatan yen yang tajam akibat spekulasi tajam dan sepihak.

"Kita harus mengawasi ketat dan intensif bagaimana pergerakan valuta asing, demi memastikan bahwa pergerakan yang dikemudikan oleh spekulasi tidak berlanjut," kata Aso dalam konferensi pers regulernya pada tanggal 14 Juni. "Apabila dibutuhkan, kami akan mengambil tindakan tegas yang sesuai dengan kesepakatan antara negara-negara ekonomi maju di G7 dan G20,"

Komentar tersebut diutarakan satu hari setelah BoJ memutuskan untuk tetap mempertahankan kebijakan moneternya tanpa menambah stimulus, sehingga Yen pun sukses menumbangkan Dolar AS.

266961

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.