Sterling Tinggikan Lompatan Bersama Harapan "Bremain"

Pounds Sterling reli di hari Senin (20/Juni) pagi ini karena momentum yang bergeser, dari pro "Brexit" berubah menjadi pro "Bremain" (pro suara "Remain" agar Inggris tetap menjadi anggota Uni Eropa) hanya beberapa hari menjelang digelarnya referendum.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Pounds Sterling reli di hari Senin (20/Juni)pagi ini karena momentum yang bergeser, dari pro "Brexit" berubah menjadi pro "Bremain" (pro suara "Remain" agar Inggris tetap menjadi anggota Uni Eropa) hanya beberapa hari menjelang digelarnya referendum. Hasil dari pemungutan suara sementara tersebut membantu menaikkan kembali sentimen risiko, yang artinya menghapus penguatan Yen.

koin_gbp
Poundsterling menanjak 0.9 persen ke angka 1.4483 per Dolar AS, memperpanjang pemulihan dari level rendah dua pekan di angka 1.4013 yang tercapai pada pekan lalu. GBP melonjak 1.7 persen ke angka 151.75 yen, tertarik menjauh dari level tinggi tiga tahun di angka 145.35 yang tercapai pada hari Kamis.

Para investor akhirnya bisa bernapas lega setelah polling sementara yang diambil pada akhir pekan lalu menunjukkan bahwa Inggris akan tetap menjadi anggota Uni Eropa, yang sebelumnya didominasi oleh perolehan suara agar negara tersebut angkat kaki dari UE. Meski demikian, tentunya suara yang paling menentukan adalah dari referendum yang akan digelar pada hari Kamis nanti.

Menurut Ray Attrill, Kepala Ahli Strategi Forex di National Australia Bank yang diwawancarai oleh Reuters, hasil polling yang menguntungkan Sterling kemarin tampaknya akan berlanjut dan memperbarui pelemahan Yen Jepang dan penguatan Dolar Australia.


Dampaknya Ke Mata Uang-Mata Uang Lain

USD/JPY sudah menunjukkan kenaikan pagi ini sebanyak 0.6 persen menuju angka 104.68 Yen, sedangkan Euro mengambil posisi 1.1 persen ke angka 118.72 yen. Sementara itu, Dolar Australia - yang biasanya sold-off saat ada aksi penghindaran risiko - mendapat perolehan 0.4 persen ke angka 0.7422 terhadap Dolar AS. "Price Action tampak sangat tentatif dimana-mana, yang merefleksikan sedikit pemangkasan dari posisi yang sangat waspada menjelang referendum Brexit pekan ini," tulis analis ANZ yang dikutip oleh Reuters.  

266979

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.