Advertisement

iklan

Aussie Dan Kiwi Ambil Kesempatan Sembari Greenback Tertekan

Dolar Australia dan Dolar New Zealand menanjak terhadap Dolar AS di hari Senin (20/Juni) ini, karena mata uang AS tersebut tengah berada di bawah tekanan menyusul keputusan The Fed yang mempertahankan tingkat suku bunganya.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Dolar Australia dan Dolar New Zealand menanjak terhadap Dolar AS di hari Senin (20/Juni) ini, karena mata uang AS tersebut tengah berada di bawah tekanan menyusul keputusan The Fed yang mempertahankan tingkat suku bunganya.

dolar_australia
AUD/USD melaju hingga 0.68 persen ke angka 0.6744, level tertingginya sejak tanggal 9 Juni. Di samping itu, Dolar Australia juga mendapat dorongan dari hasil polling opini di Inggris yang memenangkan suara yang mendukung agar Inggris tetap tinggal bersama Uni Eropa serta data perumahan China yang dilaporkan menguat di akhir pekan lalu.

"Pasar menjadi diri mereka sendiri, setelah kabar tragis dari Inggris di akhir pekan lalu tentang pembunuhan anggota parlemen Inggris, Jo Cox, yang mengkampanyekan agar rakyat tetap mendukung Inggris tetap tinggal Uni Eropa dalam referendum nanti. Kabar tersebut direspon positif oleh Sterling dan mendukung sentimen risiko secara luas," kata Ray Attrill, Kepala Ahli Strategi Forex di NAB yang diwawancarai oleh Business Insider Australia.


Reli Harga Minyak

Di sisi lain, Dolar New Zealand juga mengikuti jejak "sepupunya" - Dolar Australia - yang meniti kenaikan di awal pekan ini, dimana NZD/USD melonjak sebanyak 1.07 persen untuk diperdagangkan di angka 0.7115, level tertinggi sejak tanggal 10 Juni.

Reli harga minyak pada hari ini juga turut menggenjot harga komoditas dan menguatkan Aussie dan Kiwi. Investing menuliskan, harga minyak akan terus naik dalam momen-momen menjelang referendum Brexit 23 Juni. Dolar AS sendiri melemah akibat makin banyaknya skeptisme yang meragukan kemampuan The Fed untuk menaikkan suku bunganya lagi tahun ini.

266995

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


28 Feb 2019

25 Mar 2019