Penjualan Ritel AS Bulan Juni Naik, Greenback Coba Kembali Menguat

Penjualan Ritel AS tumbuh secara menyakinkan dengan membukukan kenaikan sebanyak 0.6 persen selama bulan Juni, melebihi estimasi ekonom yang sebelumnya memprediksi Retail Sales tumbuh 0.1 persen, penjualan Ritel bulan mei direvisi turun dari 0.5 persen menjadi 0.2 persen.

acy

iklan

FirewoodFX

iklan

Laporan penjualan Ritel AS bulan Juni yang dirilis secara resmi oleh Bureau of Labor Statistics pada hari Jumat (15/7) memperlihatkan telah terjadi peningkatan cukup signifikan sehingga mendorong dollar AS kembali menguat terhadap berbagai major currency dimana pada hari sebelumnya sempat keok terutama versus Poundsterling pasca keputusan MPC mempertahankan suku bunga BoE.

Penjualan Ritel AS Bulan Juni Naik, Greenback

Penjualan Ritel AS tumbuh secara menyakinkan dengan membukukan kenaikan sebanyak 0.6 persen selama bulan Juni, melebihi estimasi ekonom yang sebelumnya memprediksi Retail Sales tumbuh 0.1 persen, penjualan Ritel bulan mei direvisi turun dari 0.5 persen menjadi 0.2 persen.

Kenaikan yang sama juga terjadi pada data Core Retail Sales atau tanpa memasukan sektor otomotif yang naik 0.7 persen selama bulan Juni, lebih tinggi dari periode bulan mei pada angka 0.4 persen dan melewati prediksi ekonom pada level 0.4 persen.

 

Inflasi Konsumen Bulanan AS Terpantau Stabil

Dalam waktu bersamaan, Bureau of Labor Statistics juga merilis data Inflasi di tingkat konsumen AS bulan juni yang mencatatkan kenaikan sebesar 0.2 persen atau tidak berubah dari periode mei yang juga tumbuh 0.2 persen. Tidak ada hal mengejutkan pada rilis data Inflasi konsumen AS bulan Juni ini karena sama dengan prediksi ekonom 0.2 persen, begitu juga dengan bulan sebelumnya.

Kondisi serupa juga terlihat pada hasil rilis data Inflasi konsumen AS diluar sektor makanan dan energi atau Core CPI bulan Juni  yakni mencatatkan kenaikan 0.2 persen berbanding 0.2 persen Core CPI bulan mei dan 0.2 persen prediksi ekonom.

Stabilnya Inflasi Konsumen AS dalam beberapa bulan terakhir akibat dari naiknya harga properti dan energi. Selain itu tinggi-nya permintaan barang dan jasa lainnya di AS juga mendorong kenaikan laju Inflasi di tingkat konsumen AS tersebut.

Apiknya data ekonomi AS yang rilis pada malam hari ini membuat greenback mencoba menguat setelah sempat melemah sepanjang sesi Asia  terhadap mata uang utama lain seperti yang terlihat pada pair EUR/USD yang langsung turun 0.46 persen dan saat ini berada di level 1.1081, pair GBP/USD turun 0.65 persen dan saat ini terpantau berada di level 1.3291.



 

268505

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.