Advertisement

iklan

Ekspor Impor Jepang Juni Lesu, USD/JPY Mendaki

Neraca perdagangan Jepang untuk bulan Juni dilaporkan berbalik positif pada Senin (25/Juli) pagi ini kendati nilai eskpor dan impor Jepang terus menurun akibat lemahnya permintaan domestik dan internasional. USD/JPY naik 0.18 persen menuju ke angka 106.32 setelah data tersebut dirilis.

acy

iklan

FirewoodFX

iklan

Neraca perdagangan Jepang untuk bulan Juni dilaporkan berbalik positif pada Senin (25/Juli) pagi ini kendati nilai ekspor dan impor Jepang terus menurun akibat lemahnya permintaan domestik dan internasional.

yen_jepang

Ekspor tahunan Jepang merosot 7.4 persen pada bulan Juni setelah jeblok 11.3 persen bulan sebelumnya, demikian yang tercatat dalam laporan Kementerian Keuangan Jepang hari ini. Estimasi rata-rata dari para ekonom untuk ekspor Jepang adalah penurunan sebesar 11.6 persen. Sementara itu, harga impor turun 18.8 persen, menyusul penurunan tahunan pada bulan Mei sebesar 13.8 persen. Para ekonom mengekspektasikan impor Jepang akan jatuh hingga 19.7 persen dalam basis tahunan.

Hasilnya, Neraca Perdagangan Jepang tetap meningkat hingga 692.8 miliar Yen, sedangkan neraca perdagangan dengan penyesuaian mencatat peningkatan sebanyak 335 miliar yen.

Permintaan ekspor telah melemah pada tahun ini, bersamaan dengan lemahnya pasar internasional dan melonjaknya yen Jepang. Dampaknya, para produsen Jepang pun terbebani, terutama saat yen sempat mencapai level tinggi tuga tahun terhadap Dolar AS pada akhir Juni lalu menyusul keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa.

Meski demikian, dalam dua minggu terakhir ini Yen sudah terdepresiasi cukup drastis sehubungan dengan menyusutnya permintaan akan aset-aset tak berisiko, tepatnya saat PM Shinzo Abe kembali memenangi pemilu parlemen pada tanggal 10 Juli.


USD/JPY

USD/JPY naik 0.18 persen menuju ke angka 106.32 setelah data perdagangan Jepang dirilis hari ini. Pasar akan fokus pada pengumuman kebijakan moneter Bank Sentral Jepang BoJ bulan pada pekan ini, dengan kemungkinan penambahan stimulus dari bank sentral tersebut.

Namun sejumlah ekonom memperkirakan, stimulus Jepang mungkin akan diluncurkan dalam waktu yang tak secepat dugaan pasar sehubungan dengan pernyataan Kuroda bulan lalu yang jelas mengesampingkan kemungkinan pendanaan secara langsung atau yang dikenal dengan helicopter money.

268995

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.