Penjualan Ritel AS Bulan September Naik Sesuai Harapan, Dollar Lanjutkan Penguatan

Laporan Biro Sensus menunjukan bahwa Penjualan Ritel AS tumbuh sebesar 0.6 persen atau telah sesuai dengan prediksi ekonom berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan Reuters sebelumnya.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Data fundamental yang rilis hari Jumat (14/10) datang dari laporan Penjualan Ritel AS selama bulan September yang tumbuh sesuai dengan harapan pasar. Greenback terpantau menguat terhadap sebagian besar major currency, seperti yang terlihat pada timeframe H1 platform trading pukul 20:15 WIB malam ini.

US Retail Sales

Laporan Biro Sensus menunjukan bahwa Penjualan Ritel AS tumbuh sebesar 0.6 persen atau telah sesuai dengan prediksi ekonom berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan Reuters sebelumnya. Perolehan Retail Sales bulan September itu juga jauh lebih baik jika dibandingkan dengan penurunan -0.2 persen pada periode sebelumnya.

Sementara itu Penjualan Ritel Inti (Core Retail Sales) atau tanpa memasukan sektor Otomotif juga mengalami lonjakan 0.5 persen atau masih lebih baik dari estimasi 0.4 persen serta data sebelumnya yang sempat turun -0.2 persen.

Pasca Laporan Retail Sales AS, Greenback terpantau menguat terhadap mata uang utama lainnya seperti pada pair EUR/USD yang langsung melemah hingga sempat menyentuh level terendah harian 1.0995. Begitu juga dengan GBP/USD setelah pada hari sebelumnya sempat menguat, terlihat kembali melandai dimana saat ini berada di level 1.2219

 

USD/JPY Melambung Akibat Kebijakan Moneter BoJ

Setelah sempat melemah tajam pada sesi perdagangan hari sebelumnya, Dollar AS langsung melonjak versus Yen Jepang sepanjang hari ini dimana pair USD/JPY telah menguat sebanyak 0.81 persen hingga meraih level highest harian di 104.47 pasca rilis data Retail Sales diawal sesi New York tadi.

Apiknya data fundamental AS yang rilis dalam beberapa waktu terakhir ini membuat probabilitas kenaikan suku bunga Federal Reserve di akhir tahun 2016 semakin meningkat menjadi 66 persen (Data Bloomberg). Kondisi sebaliknya terjadi pada BoJ dimana akan terus berencana mempertahankan pelonggaran moneter guna melawan deflasi menjadi salah satu penyebab kenapa Greenback begitu dominan menguat versus Yen.  Greenback juga berpotensi mencatatkan penguatan mingguan terhadap Euro, Poundsterling, Yen, Franc Swiss dan mata uang utama lainnya.



274521

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.


30 Apr 2019