OctaFx

iklan

Dolar AS Lanjutkan Reli Usai Rilis Notulen Rapat FOMC

Stabilitas kebijakan yang ditampilkan dalam notulen rapat FOMC, memperkuat posisi Dolar AS di tengah tingginya risiko global.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Greenback melanjutkan reli bullish-nya versus sebagian besar mata uang mayor lain, setelah rilis notulen rapat FOMC 30 April-1 Mei mengungkapkan bahwa Federal Reserve tak akan mengubah kebijakan "selama beberapa waktu". Sementara itu, AS menambah jumlah perusahaan China dalam daftar hitamnya, sehingga terus mendorong investor untuk beralih ke aset-aset safe haven. Saat berita ditulis di awal sesi Eropa (23/Mei), indeks Dolar AS (DXY) telah mencatat kenaikan harian 0.1 persen ke kisaran 98.18.

DXY Daily

 

Suku Bunga Tak Akan Diubah Selama Beberapa Waktu

Notulen mengungkapkan bahwa para peserta rapat FOMC sepakat tak ada argumen kuat untuk menaikkan maupun menurunkan suku bunga. Tercantum bahwa "anggota menilai pendekatan sabar untuk menentukan penyesuaian atas kisaran target Federal Funds Rate, kemungkinan akan tetap layak (dilaksanakan) selama beberapa waktu". Secara implisit, notulen FOMC ini bahkan mengindikasikan bahwa eskalasi perang dagang AS-China bisa membuatnya menahan suku bunga tetap pada kisaran 2.25-2.50 persen dalam kurun waktu lebih lama.

Muatan notulen rapat FOMC 30 April-1 Mei tersebut memudarkan kekhawatiran pasar mengenai Fed Rate Cut yang mulai merebak belakangan ini. Apalagi, notulen mengakui bahwa meski laju inflasi yang tampak pada indeks PCE Inti akan naik tipis dalam jangka pendek, tetapi data itu akan terus di bawah target 2 persen dalam jangka menengah.

 

Greenback Kian Solid Sebagai Safe Haven

Stabilitas kebijakan yang ditawarkan Federal Reserve memperkuat posisi Dolar AS sebagai safe haven. Pair AUD/USD melorot 0.1 persen ke level 0.6874 lantaran bank sentral Australia justru diperkirakan akan memangkas suku bunga dalam beberapa pekan ke depan, berlawanan dengan Fed. Pair GBP/USD juga merosot 0.4 persen ke level 1.2612 akibat ambrolnya panggung politik Inggris.

Euro pun melemah 0.1 persen versus Dolar AS karena tekanan mengantisipasi pengumuman hasil pemilu parlemen Uni Eropa pada akhir pekan. Secara keseluruhan, Greenback hanya melemah versus safe haven Yen dan Franc Swiss, karena masih rendahnya minat risiko pasar di tengah hebatnya gempuran AS terhadap perusahaan-perusahaan China.

288631

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


Irfan
Bisa bantu mbak analisa EURUSD
A Muttaqiena
Untuk analisa fundamental EURUSD, jangka menengah-panjang bisa cek artikel ini. Untuk teknikal atau jangka pendeknya, hampir setiap hari sudah ada update dari teman-teman analis di rubrik analisa forex. Silahkan disimak, semoga bermanfaat :)