Euro Sideways Seusai Pengumuman Hasil Rapat ECB

Euro gamang menentukan arah pergerakan selanjutnya, karena pengumuman hasil rapat ECB tak memberikan petunjuk jelas. Namun, analis meyakini Euro masih bearish.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Euro diperdagangkan dalam kisaran sangat terbatas seusai publikasi pengumuman hasil rapat ECB kemarin, karena minimnya petunjuk arah kebijakan yang disampaikan oleh otoritas moneter tertinggi Zona Euro tersebut. Saat berita ditulis pada awal sesi Eropa (26/Juli), EUR/USD cenderung tertekan di kisaran 1.1135. Namun, EUR/GBP justru menanjak 0.1 persen di kisaran 0.8960-an.

EURUSD DailyGrafik EUR/USD Daily via TradingView

Dalam rapat kebijakan kemarin, para pejabat ECB sepakat untuk mempertahankan suku bunga refinancing, marginal lending, dan deposit, masing-masing pada level 0%, 0.25%, dan -0.4%. Namun, secara eksplisit, mereka juga menyatakan, "Dewan Gubernur (ECB) mengekspektasikan suku bunga acuan ECB untuk tetap berada pada level saat ini atau lebih rendah, setidaknya hingga paruh pertama tahun 2020, dan selama dibutuhkan untuk memastikan berlanjutnya konvergensi inflasi berkelanjutan menuju targetnya dalam jangka menengah."

ECB pun mengungkapkan kesiapan untuk meluncurkan pelonggaran moneter tambahan. Bahkan, mereka telah memberikan instruksi kepada Komite Eurosystem untuk meninjau sejumlah opsi inkonvensional, termasuk diantaranya cara apa saja yang dapat dilakukan untuk memperkuat panduan kebijakan suku bunga mendatang, merancang sistem bertingkat untuk remunerasi simpanan perbankan di bank sentral, serta memeriksa potensi program pembelian aset baru.

Secara keseluruhan, pengumuman ECB menafikan ekspektasi sebagian pelaku pasar mengenai pemangkasan suku bunga bulan ini, dan tidak memberikan sinyal apapun mengenai rencana perubahan kebijakan hingga beberapa bulan ke depan. Hal ini mendorong penguatan Euro terhadap sejumlah mata uang mayor, sejenak setelah pengumuman dirilis. Namun, mayoritas analis masih meyakini bahwa ECB bakal melakukan pelonggaran moneter lagi dalam tahun ini, atau lebih tepatnya pada bulan September mendatang.

"ECB tak pernah memberikan komitmen dini. Tapi ini sudah sangat dekat. Ketika bank sentral berapat pada bulan September, mereka akan melihat data GDP kuartal II yang lemah, dan inflasi inti yang hampir pasti tak berubah sama sekali dari tren-nya saat ini antara 1-1.2%. Singkat kata, pelonggaran moneter tambahan akan terjadi," ujar Claus Vistesen, pimpinan ekonom Zona Euro dari Pantheon Macroeconomics.

Senada dengan Vistesen, Nick Kounis dari ABN Amro menilai tekad ECB untuk mendorong pencapaian target inflasi (yang dimuat dalam pengumumannya) pada akhirnya akan membuat mereka mempertahankan kebijakan moneter longgar hingga tahun 2020. Apalagi realisasi dan proyeksi inflasi dalam pemantauan ECB masih jauh di bawah target 2 persen.

289404

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.