Dolar AS Menguat Jelang Lanjutan Diskusi AS-China Dan Prediksi Fed Rate

Perkembangan negosiasi perdagangan AS-China dan memudarnya agresivitas Rate Cut The Fed menjadi dua katalis utama penggerak Dolar AS akhir pekan ini.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Seputarforex.com - Dolar AS menguat di sesi perdagangan Jumat (21/September) malam ini, sehubungan dengan kemajuan dalam negosiasi perdagangan AS-China, serta ekspektasi jika The Fed tidak akan menurunkan bunganya secara agresif setelah Rate Cut kemarin.

Saat berita ini ditulis, Indeks Dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan USD terhadap sekelompok mata uang mayor, naik tipis 0.19 persen ke 98.5. Namun jika diperhatikan dalam rentang yang lebih luas, terdapat konsolidasi dalam range harga sejak tanggal 13 September.

dxy

 

Perundingan Krusial Jelang Negosiasi Penting Bulan Depan

Negosiator yang mewakili perundingan dagang AS-China akan kembali melanjutkan pembicaraan mulai hari ini di Washington. Delegasi China direpresentasikan oleh Liao Min yang menjabat sebagai Wakili Menkeu China, sementara delegasi AS diwakili oleh Jeffrey Gerish dari US Trade Representatives. Pertemuan tersebut dinilai krusial, karena akan mengupayakan diskusi tingkat tinggi yang akan menjadi penentu kesepakatan perdagangan AS-China pada awal Oktober mendatang.

 

The Fed Akan Mengerem Laju Rate Cut

Selain kabar positif dari diskusi AS-China, menguatnya Dolar AS malam ini juga dipengaruhi oleh prediksi pasar terhadap kebijakan moneter The Fed, setelah bank sentral AS tersebut menurunkan suku bunga untuk kedua kalinya di tahun ini. Pasar memperkirakan bahwa Rate Cut tak akan terulang kembali dalam waktu dekat, mengingat ekonomi AS masih meyakinkan.

"Ekonomi AS jelas masih lebih baik daripada negara-negara lain," kata Joseph Trevisani, salah satu analis senior di FX Street New York. "Saya masih memprediksikan penguatan Dolar AS."

Trevisani menambahkan bahwa dengan data Housing Starts yang berada di rekor tertinggi 12 tahun, dan peningkatan Output pabrikan AS yang terjadi di bulan Agustus lalu, maka ekspansi ekonomi masih memiliki dukungan.

CME Group’s FedWatch menunjukkan bahwa persentase kemungkinan pemotongan suku bunga di akhir tahun ini berada di 64 persen. Angka tersebut turun dari level hari sebelumnya yang mencapai 69 persen.

290187

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.