Advertisement

iklan

Suku Bunga BI Resmi Dipangkas, Rupiah Melemah

Rupiah melemah versus Dolar AS setelah BI mengumumkan pemotongan suku bunga acuan. Selain itu, proyeksi ekonomi Indonesia juga dipangkas karena dampak corona.

Advertisement

iklan

Xm

iklan

Seputarforex.com - Nilai tukar Rupiah melemah pada perdagangan hari ini, Kamis (20/Februari), setelah pengumuman suku bunga acuan yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI). Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), mata uang Rupiah menyentuh posisi 13,735 per Dolar AS.

Mengutip dari TradingView saat berita ini ditulis, kurs Dolar-Rupiah menguat 0.23% dibandingkan dengan harga pembukaan harian. Sebelumnya, Rupiah sempat menyentuh level Rp13,770 per Dolar AS.

rupiah melemah

 

BI Pangkas Acuan Suku Bunga Untuk Dongkrak Perekonomian

Hari ini, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan atau yang disebut dengan BI 7 Days Reverse Repo Rate (7-DRRR), dari 5% menjadi 4.75%. Langkah ini diambil untuk mendongkrak perekonomian domestik yang terkena dampak wabah virus corona.

"Berdasarkan asesmen terhadap perekonomian global dan domestik, rapat dewan gubernur BI pada 19-20 Februari memutuskan untuk menurunkan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 25 bps menjadi 4,75%," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Jakarta.

 

Dampak Corona Picu Penurunan Proyeksi BI

Selain mengumumkan pemotongan suku bunga, BI juga menyinggung pelemahan rupiah yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Menurut BI, penurunan tersebut disebabkan oleh ketidakpastian global akibat corona.

Perry Warjiyo menjelaskan, wabah virus corona (covid-19) yang mulai viral akhir Januari lalu menghempaskan optimisme pemulihan ekonomi global pasca kesepakatan dagang AS-China. Virus yang berhasil menewaskan ribuan jiwa ini sangat berdampak hampir di segala aspek perekonomian China, yang pada gilirannya juga berpengaruh pada perekonomian dunia, termasuk di Indonesia (Baca juga: Menggali Dampak Virus Corona Terhadap Ekonomi Dan Mata Uang).

Akibat kekhawatiran tersebut, BI pun memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global dari 3.1% menjadi 3% pada tahun ini. Ekonomi Indonesia sendiri mengalami pemangkasan proyeksi, dari yang semula berkisar antara 5.1%-5.5%, menjadi 5%-5.4%.

292068

Alumni Sastra Inggris, telah aktif menjadi content writer di berbagai platform sejak tahun 2012. Seorang Blogger yang menyukai bidang SEO, copywritring, dan sempat aktif sebagai trader kripto. Saat ini bergabung di Seputarforex.com sebagai jurnalis berita, artikel dan konten-konten menarik lainnya.