Advertisement

iklan

Euro Berupaya Mendaki Dengan Basis Fundamental Minim

Sejumlah peristiwa penting terkait Euro sejak kemarin masih mengarah pada kuatnya tekanan bearish atas mata uang ini.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Euro menguat tipis terhadap Greenback pada perdagangan sesi Eropa hari ini (21/Februari) dengan berbekal data Purchasing Managers' Index yang cemerlang, tetapi sebenarnya kekurangan basis fundamental untuk mendaki lebih tinggi lagi. Saat berita ditulis, EUR/USD diperdagangkan pada kisaran 1.0802, masih dekat rekor terendah sejak April 2017. Euro juga masih tertekan versus Pound dan Yen Jepang.

EURUSD Daily

Dua event yang mengecewakan untuk Euro terjadi pada hari Kamis malam. Pertama, para pemimpin negara anggota Zona Euro dalam European Council menolak proposal untuk meningkatkan belanja anggaran dalam tujuh tahun ke depan. Kedua, notulen rapat kebijakan ECB menunjukkan bahwa penilaian terhadap kondisi makro Zona Euro sebenarnya tidak secerah gambaran yang disampaikan oleh Presiden ECB Christine Lagarde. Secara khusus, notulen mengakui besarnya kekhawatiran terhadap kondisi industri otomotif.

"Notulen rapat Januari menempatkan perspektif (baru) bagi optimisme awal. Ketika ECB berapat lagi dalam tiga pekan ke depan, lingkungan makro akan lebih menantang lagi," kata Carsten Brzeski, pimpinan ekonom ING Jerman, "Walaupun kami memperkirakan ECB akan mengabaikan dampak jangka pendek dari perkembangan eksternal, tetapi optimisme Januari akan sulit dipertahankan pada rapat Maret. Sudah sering terjadi sebelumnya, faktor jangka pendek berubah dengan cepat menjadi masalah yang lebih struktural untuk perekonomian Zona Euro."

Laporan inflasi Zona Euro yang dirilis tadi sore juga datar-datar saja. Harga barang dan jasa terdeflasi 1 persen pada bulan Januari 2020, sesuai dengan ekspektasi pasar. Akibatnya, laju inflasi tahunan stagnan pada level 1.4 persen, sehingga inflasi tetap jauh dari target 2 persen yang diinginkan oleh ECB. Padahal, ECB sudah kehabisan amunisi untuk mendongkrak kondisi perekonomian kawasan di tengah keengganan pemerintah berbagai negara Eropa untuk meluncurkan stimulus fiskal.

292084

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.