Advertisement

iklan

Trump Desak The Fed Pangkas Bunga Untuk Respons Wabah

Eskalasi wabah virus Corona (COVID-19) dimanfaatkan oleh Presiden AS Donald Trump untuk mendesak The Fed agar memangkas suku bunga. Dolar AS pun kian melemah.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Seputarforex.com - Sudah bukan rahasia lagi, Presiden AS Donald Trump menginginkan Federal Reserve untuk menetapkan suku bunga serendah-rendahnya. Ia pun sering mengkritisi keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi dibanding negara maju lain. Eskalasi wabah virus Corona (COVID-19) saat ini dimanfaatkan oleh Trump untuk mendesak The Fed agar memangkas suku bunga lagi, dengan dalih demi menanggulangi dampak wabah terhadap perekonomian AS.

Donald Trump

Dalam sebuah konferensi pers di Gedung Putih pada hari Sabtu, Trump mengatakan, "Fed kita perlu mulai menjadi pemimpin. Kita harus punya suku bunga terendah. Kita (saat ini) tidak punya suku bunga terendah. Suku bunga Fed kita lebih tinggi. Anda lihat Jerman, Anda lihat Jepang, Anda lihat negara-negara lain: banyak diantara mereka punya suku bunga negatif, dan kita tidak berada pada posisi itu karena Fed kita (menolak memangkas suku bunga -red)."

"Dan sekarang kita memiliki masalah (wabah virus Corona) ini. Anda lihat Jerman mengurangi (suku bunga) dan menyuntikkan banyak uang dalam perekonomian mereka. Saya belum mendengar Fed kita mengatakan mereka akan melakukan hal yang sama."

Pernyataan Trump sebenarnya kurang tepat. ECB telah menjalankan suku bunga negatif dan Quantitative Easing sejak tahun lalu, jauh sebelum wabah merebak. Pekan lalu, Presiden ECB Christine Lagarde bahkan menyatakan bahwa bank sentral belum perlu mengambil kebijakan untuk merespons wabah ini, karena dampaknya belum memengaruhi inflasi.

Pada hari Jumat, Ketua Federal Reserve Jerome Powell juga menyampaikan pendapat senada dengan Lagarde. Powell mengatakan bahwa bank sentral terus memantau ancaman dampak wabah virus Corona terhadap perekonomian AS dan berjanji akan bertindak jika dirasa perlu. Akan tetapi, Powell meyakini kondisi fundamental ekonomi AS masih kuat, sehingga muatan dovish dalam pernyataan-nya masih minim.

Terlepas dari itu, Dolar AS mendapatkan tekanan tambahan akibat makin santernya spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed. Saat berita ditulis pada hari Senin (2/Maret), indeks Dolar AS (DXY) mangkrak pada level 97.98, mendekati level terendah dalam sebulan terakhir. Greenback terpantau melemah terhadap semua mata uang mayor.

292180

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.