Advertisement

iklan

Dolar Australia Naik Terbatas Pasca Rilis GDP Kuartal IV/2019

Walaupun angka GDP terbilang memuaskan, outlook ekonomi Australia pada paruh pertama 2020 sejatinya cukup suram karena ketidakpastian dampak virus Corona.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Seputarforex.com - Pada hari Rabu (04/Maret), Biro Statistik Australia mempublikasikan data GDP kuartal IV tahun 2019 yang meningkat 2.2 persen secara tahunan (Year-over-Year). Angka ini melampaui ekspektasi ekonom yang memprediksi pertumbuhan GDP sebesar 2.0 persen, juga mengungguli peningkatan pada kuartal sebelumnya yang mengalami revisi naik dari 1.7 persen ke 1.8 persen (revisi naik dari 1.7 persen).

GDP Australia Kuartal IV Positif,

Sedangkan dalam basis kuartalan (Quarter-over-Quarter), ekonomi Australia melaju 0.5 persen sepanjang periode Oktober-Desember tahun lalu, melambat dibandingkan capaian kuartal III yang tumbuh sebesar 0.6 persen. Meski demikian, data kali ini masih lebih baik ketimbang forecast kenaikan ke 0.4 persen saja.

Rilis data GDP Australia kuartal IV/2019 pagi ini seolah memupus spekulasi pelaku pasar yang mengkhawatirkan jika ekonomi akan semakin terpuruk akibat bencana kebakaran hutan dahsyat pada penghujung tahun 2019 silam.

 

AUD/USD Menguat, Outlook Ekonomi Dinilai Suram

Pasca rilis data GDP yang terbilang cukup impresif, Dolar Australia bergerak dalam range terbatas terhadap Dolar AS pada sesi perdagangan Asia pagi ini. Kondisi ini tercermin pada pair AUD/USD yang saat ini berada pada kisaran 0.6597, menguat 0.2 persen dari harga pembukaan harian.

GDP Australia Kuartal IV Positif,

Sayangnya, penguatan AUD saat ini masih dinilai rentan karena perekonomian Australia ke depan tidak sepenuhnya stabil. Wabah virus corona yang saat ini sudah mendunia diyakini akan berdampak besar membebani kondisi ekonomi, terlebih setelah rilis data China terbaru yang menunjukkan keterpurukan.

Ancaman serius wabah virus corona terhadap perekonomian Australia bukanlah isapan jempol belaka. Sebagai bentuk antisipasi terhadap epidemi tersebut, RBA memangkas suku bunga sebanyak 25 bps pada hari Selasa kemarin (03/Maret). Lebih lanjut, muncul spekulasi bahwa Bank Sentral Australia sudah bersiap untuk memangkas rate lagi apabila dampak virus corona terus memukul perekonomian domestik.

"Kami melihat langkah RBA dalam menurunkan suku bunga sebagai perkembangan positif, tapi (ekonomi Australia) tampaknya masih membutuhkan dukungan lebih lanjut dari Bank Sentral. Hal ini terutama di tengah ketidakpastian mengenai seberapa besar guncangan yang akan ditimbulkan oleh wabah virus Corona," kata Alan Oster, kepala ekonom NAB.

292206

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.