Advertisement

iklan

Dolar Naik Terus, Fed Belum Mampu Tenangkan Pasar

Reli indeks Dolar AS terus berjalan dan menembus level 102.9. Pengumuman The Fed tak mampu redakan kepanikan pasar akan dampak pandemi Corona.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Kekacauan ekonomi akibat pandemi Corona masih menjadi faktor yang mendukung Dolar AS. Mata uang tersebut melanjutkan reli hingga sesi perdagangan Jumat (20/Maret) pagi ini. Segala kebijakan moneter longgar dan stimulus yang dilancarkan oleh bank-bank sentral di dunia agaknya tak begitu sanggup meredakan tekanan di pasar.

Indeks Dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan Dolar terhadap sekumpulan mata uang mayor, melonjak hampir 2 persen dan menembus level 102.9, tertinggi sejak Oktober 2017. Dalam sepekan, Indeks Dolar sudah menghimpun kenaikan setinggi 4 persen.

dxy

"Kegilaan Dolar AS terus berlanjut hingga sesi perdagangan lainnya di pasar forex hari ini, berfokus pada mata uang-mata uang G10 yang sebelumnya tampil baik di tengah pergolakan pasar," kata Simon Harvey, analis di Monex Europe.

Sedangkan menurut Marc Chandler dari Bannockburn Global Forex, kekuatan Dolar AS berdampak pada reli short-covering yang kuat. Hal ini biasanya berguna untuk mendanai perputaran pasar modal global dalam jumlah besar. Sirkuit modal sedang mundur sekarang, dan dengan masuknya uang, maka terjadilah aksi buyback.

 

Pengumuman Fed Tak Redakan Kepanikan

Terlepas dari aksi beli Dolar AS, The Fed mengeluarkan pengumuman di hari Kamis malam kemarin, bahwa mereka akan membangun backstop khusus Fasilitas Likuiditas Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Mutual Fund Liquidity Facility) dan membeli obligasi US Treasury sebesar $75 miliar. Jumlah tersebut naik dari kisaran yang sebelumnya ditetapkan di sekitar $40 miliar. The Fed juga mengumumkan akan memperbanyak "swap lines" dengan bank-bank sentral negara lain, untuk membantu memastikan apakah mereka memiliki cukup Dolar AS.

Sayangnya, pasar masih belum tenang dengan pengumuman dari bank sentral AS tersebut. Menurut analis, bullish Dolar saat ini bukanlah hal yang menguntungkan karena ekonomi AS berpotensi resesi. Cara lain yang tersisa hanyalah intervensi fiskal.

"AS telah menggunakan semua instrumen yang mereka miliki. Satu yang belum dilakukan adalah intervensi - (mengingat) menguatnya Dolar AS akan semakin membuat pemerintah AS mempertimbangkan intervensi," kata Thomas Flury, analis UBS Global Wealth Management yang dikutip oleh Reuters.

292378

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.