iklan

3 Intisari Kebijakan BOJ Oktober 2014, Pasang Mata Pada Yen

Pasar Jepang memang tengah libur pada Senin (03/11) hari ini dalam rangka Hari Budaya, akan tetapi dampak yang ditimbulkan oleh penambahan stimulus Bank Sentral Jepang (BOJ) akhir pekan lalu masih terbawa hingga awal pekan ini. Di penghujung sesi Asia hari ini saja, Dolar AS masih mendominasi pasar mata uang dan USD/JPY menyentuh 112.99, level tertinggi sejak November 2007.

iklan

iklan

Pasar Jepang memang tengah libur pada Senin (03/11) hari ini dalam rangka Hari Budaya, akan tetapi dampak yang ditimbulkan oleh penambahan stimulus Bank Sentral Jepang (BOJ) akhir pekan lalu masih terbawa hingga awal pekan ini. Pasar sangat terkejut oleh keputusan BOJ tersebut. Bagaimana tidak, pernyataan-pernyataan Haruhiko Kuroda selama beberapa bulan terakhir dianggap sebagai gertak sambal belaka dengan estimasi bahwa rapat BOJ pada akhir Oktober kemarin tidak akan membuat perubahan kebijakan apapun.

haruhiko_kuroda_boj

Intisari Rapat BOJ Oktober 2013

Menurut Babypips.com, ada tiga hal penting yang dapat disarikan dari pernyataan kebijakan BOJ pada hari Jumat lalu. Pertama, penambahan stimulus ini seolah menjadi titik temu solusi dari divergensi pendapat para pejabat BOJ. Seperti yang diketahui, terkait stimulus, suara BOJ terpecah menjadi kubu pro dan kontra stimulus. Namun, pengumuman tambahan stimulus hingga lebih dari 80 triliun Yen dengan hasil suara lima dibanding empat dari total sembilan suara di BOJ ini tampaknya telah menjadi titik tengah dari permasalahan. Selain itu, para petinggi BOJ juga sepakat untuk memperpanjang jatuh tempo obligasi pemerintah (JGBs) demi mendorong likuiditas dan tetap menjaga suku bunga rendah.

Kedua, Gubernur BOJ menurunkan prediksinya terhadap target inflasi seperti yang telah banyak diperkirakan. BOJ saat ini mengekspektasikan CPI inti Jepang hanya akan mengalami kenaikan 1.7 persen, lebih rendah daripada estimasi sebelumnya, yakni kenaikan sebesar 1.9 persen. Sejumlah pengamat menyatakan bahwa kebijakan baru BOJ dalam hal pelonggaran ini seolah menjadi tembakan pertama dalam hal perang mata uang. Deflasi merupakan alasan utama bank-bank sentral negara maju untuk melemahkan mata uangnya, termasuk Jepang. Padahal, menurut Hideo Hayakawa, mantan Kepala Ekonom BOJ, pelemahan Yen demi mencapai inflasi dapat berbuntut masalah di kemudian hari.

Ketiga, selain sebagai upaya perlindungan terhadap ekonomi negara akibat pengaruh perlambatan ekonomi global, para pejabat Bank Sentral Jepang merasa bahwa peningkatan stimulus memang dibutuhkan sebagai antisipasi atas kenaikan pajak tahun depan, mengingat kenaikan pajak dari 5 persen menjadi 8 persen pada bulan April lalu telah membengkokkan belanja dan produksi dalam beberapa bulan belakangan. Oleh karena itulah, BOJ khawatir perekonomian Jepang tak mampu bertahan jika tak didukung dengan kebijakan tambahan.

Yen Sukses Melemah

Kenyataan di luar ramalan ini pun menghasilkan Yen yang luluh lantak terhadap Dolar AS menyusul pernyataan BOJ. Di penghujung sesi Asia hari ini saja, Dolar AS masih mendominasi pasar mata uang dan USD/JPY menyentuh 112.99, level tertinggi pair tersebut sejak November 2007, meskipun kemudian USD/JPY terkonsolidasi pada 112.66, atau naik 0.33 persen. Terhadap Euro pun, Yen masih belum menunjukkan kenaikan yang berarti dengan EUR/JPY yang naik 0.07 persen ke 140.77. Oleh karena itu, pair-pair Yen layak untuk terus diperhatikan akhir-akhir ini, karena bisa saja, BOJ akan menambah stimulus lagi.

"Mengingat inflasi Jepang yang kian melambat dalam beberapa bulan terakhir ditambah dengan para politisinya yang kian menajamkan probabilitas kenaikan pajak tahun depan, BOJ terdesak untuk segera menambah stimulus demi menjaga perekonomian Jepang agar tak kembali terjerembap dalam jurang deflasi." demikian tutur analis dari Nomura Securities Jepang, yang dilansir oleh Financial Post.

"Menurut saya, bukannya BOJ tak percaya diri, tapi dalam hal ini BOJ sungguh-sungguh ingin menegaskan keseriusannya dalam mencapai target inflasi di akhir tahun fiskal 2015-2016." tutup analis tersebut.

210053

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


11 Jun 2020

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone