iklan

The Fed Hadapi Buah Simalakama Suku Bunga, Kata "Considerable Time" Sudah Tak Berlaku

Jajaran dewan The Fed akan kembali memperdebatkan masalah kenaikan suku bunga dalam rapat FOMC AS pada pekan depan. Pernyataan bahwa tingkat suku bunga akan dipertahankan dalam jangka waktu yang disesuaikan, kembali menjadi perhatian pasar. Dan kali ini, meruncing pada isu pengeleminisian frase "considerable time".

iklan

iklan

Jajaran dewan The Fed akan kembali memperdebatkan masalah kenaikan suku bunga dalam rapat FOMC AS pada pekan depan. Pernyataan bahwa tingkat suku bunga akan dipertahankan dalam jangka waktu yang disesuaikan, kembali menjadi perhatian pasar. Dan kali ini, meruncing pada isu pengeleminisian frase "considerable time" yang dalam beberapa waktu terakhir terus menjadi pelengkap dalam setiap pernyataan kebijakan The Fed mengenai suku bunga.

the_fed_dilemma

 

Pihak Dovish Pertimbangkan Inflasi

Salah seorang pejabat The Fed yang telah menyampaikan komentarnya adalah Dennis Lockhart. Presiden The Fed untuk wilayah Atlanta tersebut pada Senin (08/12) malam lalu berpidato bahwa dirinya optimis mengenai perekonomian AS. Akan tetapi, dirinya cenderung menginginkan agar The Fed mempertahankan tingkat suku bunganya saat ini setidaknya hingga pertengahan tahun depan ataupun tahun depannya lagi.

Dikutip oleh WSJ, Lockhart mengatakan pada pers bahwa dirinya cenderung lebih nyaman jika The Fed konsisten pada pernyataannya untuk menjaga suku bunga pada tingkat yang rendah dalam waktu yang disesuaikan, meskipun beberapa pejabat The Fed lainnya ingin agar kata "considerable time" yang dipakai tersebut dihilangkan demi memberikan The Fed rentang waktu yang lebih panjang untuk bereaksi pada perekonomian.

"Saya tak (mau) terburu-buru untuk mengganti frase 'considerable time' (waktu yang sesuai) apabila ujung-ujungnya hanya untuk segera membuat keputusan (kenaikan suku bunga)." tutur Lockhart. Menurutnya, kenaikan suku bunga yang terlalu cepat dapat menciptakan masalah besar dan berdampak serius ke depannya.

Komentar Lockhart tersebut bukan tanpa dasar. Dalam pidatonya, Lockhart memang mengakui adanya peningkatan dalam sektor pertumbuhan dan ketenagakerjaan, akan tetapi ia masih mengkhawatirkan masalah inflasi. Diketahui bahwa inflasi AS belum juga memenuhi target 2 persen The Fed dan cenderung mengalami kejatuhan. Secara pribadi, sebelum menaikkan suku bunga, Lockhart ingin melihat angka pertumbuhan mencapai 3 persen pada tahun 2015 dengan rata-rata perolehan lapangan pekerjaan sebesar 200,000 atau lebih. Tingkat pengangguran juga harus lebih rendah dari 5.8 persen saat ini, yakni antara 5.25 persen dan 5.5 persen pada akhir tahun 2015.

data_inflasi_as

 

Data Inflasi AS

Melihat dari fakta yang telah terjadi serta proyeksi akan datang terhadap pertumbuhan dan lapangan kerja AS, Lockhart melanjutkan, dinamika inflasi saat ini memang sedikit membingungkan. Faktor apa sejatinya yang dapat mendongkrak inflasi masih ambigu, akunya.

Kasus yang dihadapi The Fed ini cukup kompleks, karena The Fed tidak bisa mundur lagi ke QE semenjak program pembelian obligasi resmi dihentikan akhir Oktober 2014 lalu. "Katakanlah normalisasi suku bunga telah dimulai, namun kemudian terjadi masalah sehingga harus kembali menjalankan pelongggaran kuantitatif, maka itu hanya akan menggerus kredibilitas The Fed dan kepercayaan ekonomi untuk jangka waktu yang lama." tutur Lockhart.

Oleh sebab itulah, dirinya tak mau terburu-buru dalam menaikkan suku bunga. Lockhart lebih suka jika The Fed memberi ruang untuk menyediakan stimulus tambahan, meskipun pembelian obligasi sudah diakhiri, pada perekonomian jika tingkat suku bunga memang sudah tak mungkin diturunkan lagi.

 

Pihak Hawkish Mengacu Pada Kuatnya Ketenagakerjaan

Lain halnya dengan Presiden The Fed untuk wilayah Dallas, Richard Fisher, yang telah dikenal sangat hawkish. Menanggapi isu pengeliminasian kata "considerable time" yang dipakai The Fed dalam setiap kebijakannya sejak Oktober lalu, ia sangat setuju. Menurutnya, arti dari frase itu hanyalah sebuah cara yang sudah jelas dovish. Setelah adanya laporan NFP AS pada akhir pekan lalu, Fisher mengatakan bahwa kata "considerable time" sudah tak perlu lagi digunakan.

nfp_as-2014

 

Data NFP AS

"Saya lebih ingin agar ungkapan (considerable time) tersebut dihilangkan saja. Menurut saya, kata tersebut sudah tak berarti lagi," tukas Fisher dalam wawancaranya dengan Financial Times.

Pandangan Fisher memang tak pernah goyah dalam kenaikan suku bunga. Fisher kerap melontarkan komentar-komentar pedas karena merasa The Fed terlalu lamban dalam bertindak. "Dalam hal ini, saya tak ingin menjadi orang yang telat mikir," tukas Fisher dalam wawancaranya dengan Fox News. "Menurut saya, kita bisa segera mencapai pertumbuhan yang tinggi, lihat saja adanya inflasi upah saat ini. Inilah sebenarnya yang harus kita khawatirkan (jika tidak segera menaikkan suku bunga)." demikian yang pernah diungkapkannya dalam pidatonya akhir September 2014 lalu.

 

Ekspektasi Pada Ketua Dan Wakil Ketua The Fed

Wakil Ketua The Fed, Stanley Fischer, berupaya keras untuk mengambil jalan tengah dalam silang pendapat di antara kolega-koleganya. "Memang sudah jelas bahwa kita akan segera mendekati masa-masa dimana hal itu (frase considerable time) tidak akan digunakan lagi, bahkan seharusnya memang sejak Oktober lalu," tutur Fischer. Tapi, ia menambahkan bahwa akan ada asumsi jika The Fed memang lebih baik tak mengatakan apapun. "...menghentikan wacana suku bunga, dan tak meninggalkan petunjuk apapun." ungkapnya.

Posisi The Fed sekarang memang terkesan serba salah. Perekonomian AS menguat saat perekonomian negara-negara ekonomi maju lainnya sedang terseok-seok. Kenaikan atau pertahanan tingkat suku bunga The Fed sejatinya memiliki konsekuensi masing-masing. The Fed bisa saja mengatakan bahwa pihaknya bisa bersabar dalam menaikkan suku bunga, toh, pernyataan itulah yang menjadi "mantra" andalannya saat in. Namun tak bisa dipungkiri adanya peningkatan yang cukup siginifikan dalam status quo. Pertemuan The Fed pekan depan diharapkan dapat menekan Presiden The Fed, Janet Yellen, untuk memberikan ketegasan dalam menentukan skenario ekonominya.

214572

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone