OctaFx

iklan

Gairah Anti Uni Eropa Di Italia Tenggelamkan Euro Ke Kisaran 1.16

Gerakan anti-Uni Eropa di Italia mendorong EUR/USD anjlok ke terendah sejak bulan November 2017, sementara EUR/JPY merosot ke terendah sejak Juni 2017.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Ketegangan politik Italia kian meningkat hingga mengarah pada kemungkinan pemilu mendatang berubah menjadi referendum terkait penggunaan Euro di negeri yang beribukota Roma tersebut. Akibatnya, sejak awal pekan hingga sesi Asia hari Selasa ini (29/Mei), mata uang Euro terpuruk di level terendah sejak November 2017 versus Dolar AS. 

Saat berita ditulis, EUR/USD telah merosot hingga 1.1619 dan masih dalam kondisi tertekan. Pasangan mata uang EUR/GBP juga anjlok, dan kini diperdagangkan di kisaran 0.8732. Euro melorot lebih menyedihkan lagi versus Yen, dengan EUR/JPY mangkrak di kisaran 126.60, terendah sejak bulan Juni 2017.

 

Euro

 

Pada hari Minggu, presiden Italia Sergio Mattarella menolak nominasi Paolo Savona, seorang tokoh anti-Uni Eropa, untuk menjadi menteri ekonomi. Pasalnya, tokoh yang didukung oleh partai League dan 5-Star Movement tersebut pernah mengatakan bahwa Italia harus meninggalkan Zona Euro.

Sebagai imbas dari penolakan tersebut, kedua partai yang sempat menjadi rival pada Pemilu Maret 2018, kini mempertimbangkan untuk berkoalisi dalam menghadapi Pemilu berikutnya yang akan jatuh pada Musim Gugur tahun ini atau awal tahun depan.


"Pemilu mendatang tidak akan politis (semata), melainkan referendum yang nyata dan sesungguhnya...antara mereka yang ingin Italia menjadi sebuah negara bebas dan mereka yang ingin Italia menjadi pelayan dan diperbudak," ujar pimpinan partai League, Matteo Salvini, pada hari Senin.


 

Menurut laporan Reuters, pada awalnya Euro, obligasi, dan saham-saham Eropa reli setelah Mattarella mem-veto nominasi Savona. Namun, kelegaan langsung berbalik menjadi panik ketika beredar kabar bahwa Pemilu mendatang bisa berubah menjadi proxy referendum terkait Euro. Selisih yield obligasi 10-tahunan Italia dan Jerman melebar hingga mencapai jarak terjauh dalam empat tahun terakhir; mensinyalkan peralihan dana-dana pelaku pasar ke aset yang lebih aman.

"Pemilu ini akan menyerupai sebuah referendum de facto mengenai Uni Eropa dan Euro, "kata Francesco Galietti, pimpinan lembaga konsultan Policy Sonar di Roma, "Ini ancaman bagi eksistensi keseluruhan Zona Euro."

Apabila warga Italia memilih untuk keluar dari Uni Eropa dan tak lagi memakai Euro, maka akan memunculkan pertanyaan mengenai masa depan mata uang ini. Selain itu, status Italia sebagai negara ekonomi terbesar ketiga di Zona Euro sekaligus penanggung utang dalam jumlah sangat besar, menghadirkan ancaman krisis utang yang lebih mengerikan ketimbang Yunani.

Lebih mengkhawatirkan lagi, survey menunjukkan peningkatan dukungan bagi League dan 5-Star Movement, sehingga secara keseluruhan melampaui perolehan partai-partai pro-Euro. Pada survey terbaru, dukungan bagi League meningkat hingga 24 persen, sementara 5-Star Movement memperoleh 32 persen.

283847

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


Syarial
Kalau Italia tidak lagi menggunakan mata uang Euro, apa dia akan kembali ke Lira atau gimana ya?
A Muttaqiena
Ya, kembali ke Lira. Bahkan, grup anti-Uni Eropa kabarnya sudah memasukkan agenda mencetak kembali Lira dalam blueprint rencana keluar dari Euro.