iklan

GBP/USD Tembus 1.30 Pasca Data Penjualan Ritel Inggris

Di tengah kemelut proses Brexit, GBP/USD melonjak ke level $1.30-an karena data penjualan ritel Inggris naik 2.3 persen melebihi ekspektasi.

iklan

iklan

Seputarforex.com - Poundsterling kembali ke level yang terakhir terbentuk pada Septmber lalu terhadap Dolar AS. Di tengah kemelut proses Brexit, GBP/USD melonjak ke level $1.30-an, tepatnya di angka 1.3035, dari angka 1.2971 yang tercapai kemarin.

gbpusd


Cuaca Hangat Dongkrak Penjualan Ritel

Pendorongnya adalah laporan Penjualan Ritel Inggris untuk bulan April, yang pada Kamis (18/Mei) sore ini tercatat naik 2.3 persen, jauh melebihi ekspektasi kenaikan 1.5 persen. Cuaca yang hangat dianggap sebagai penyebab masyarakat senang keluar untuk berbelanja. Utamanya belanja alat-alat berkebun dan perlengakapan rumah.

Dibandingkan dengan bulan April tahun lalu, Penjualan Ritel Inggris naik 4.0 persen, juga melebihi ekspektasi 2.3 persen saat itu.

Laporan ini menunjukkan bahwa perekonomian Inggris memantul naik di kuartal kedua, setelah kemerosotan yang terjadi di awal tahun. Inflasi yang melaju namun tidak diiringi dengan pertumbuhan gaji menjadi penyebab lesunya belanja ritel pada awal tahun ini. Inflasi Inggris menyentuh level tinggi tiga tahun di angka 2.7 persen pada bulan April. Bank Sentral Inggris (BoE) mengekspektasikan inflasi akan memuncak ke level 2.8 persen di akhir tahun ini.

 

Mendorong Prospek Pertumbuhan Kuartal Dua

Howard Archer, Kepala Ekonom Inggris di IHS Markit, mengatakan bahwa tingginya Penjualan Ritel Inggris bulan lalu, mendorong prospek pertumbuhan di kuartal kedua. "Ini melambungkan harapan bahwa belanja konsumen tidak akan menghambat pertumbuhan GDP Inggris seperti yang tampak pada kuartal pertama," kata Archer. "Sayangnya, lonjakan Pertumbuhan Ritel pada bulan April tampaknya belum akan menjadi awal terperbaruinya kenaikan belanja konsumen mengingat tajamnya tekanan pada daya beli."

Penjualan Ritel Inggris yang melonjak sukses menjadi vitamin untuk menguatkan Poundsterling yang sebelumnya juga sudah mendaki karena melemahnya Dolar AS. Pemulihan nilai Sterling--meski masih jauh dari level 1.50 seperti sebelum referendum--dapat membantu membatasi ancaman inflasi beberapa bulan ke depan.



278979

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone