iklan

GDP AS Kuartal 3 Melonjak Lewati Estimasi

Gross Domestic Product AS untuk kuartal 3 tercatat mengalami pertumbuhan sebanyak 2.9 persen, lebih tinggi jika dibandingkan perolehan pada kuartal 2 dimana tumbuh 1.4 persen.

iklan

iklan

Menjelang penutupan perdagangan akhir pekan, Bureau of Economic Analysis melaporkan data GDP Negeri Paman Sam kuartal ketiga 2016 yang melonjak melebihi estimasi ekonom, semakin membuktikan bahwa laju perekonomian AS tumbuh sejalan harapan petinggi Federal Reserve.

US Flag

Gross Domestic Product AS untuk kuartal 3 tercatat mengalami pertumbuhan sebanyak 2.9 persen, lebih tinggi jika dibandingkan perolehan pada kuartal 2 dimana tumbuh 1.4 persen. Sementara itu estimasi ekonom melalui jajak pendapat memprediksi hanya akan tumbuh sebanyak 2.5 persen. Dan itu artinya data GDP yang rilis pada awal sesi New York malam ini lebih baik dari prakiraan pasar.

Terus membaiknya performa GDP AS sepanjang tahun 2016 ini menjadi salah satu bukti bahwa laju perekonomian AS semakin tumbuh sejalan harapan petinggi Bank Sentral. Pelaku pasar pun menyakini bahwa GDP yang berakselerasi positif dapat meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed bulan Desember dimana sebelumnya sudah mencapai angka diatas 70 persen.

Pasca rilis data GDP kuartal 3 tersebut, pergerakan Greenback terpantau variatif versus berbagai major currency seperti yang terlihat malam ini pukul 20:31 WIB. Pair EUR/USD menguat sepanjang sesi perdagangan hari jumat, memangkas pelemahan yang telah mendera Euro selama beberapa pekan lalu dimana Euro berpotensi mencatatkan peguatan untuk pekan pertama setelah bearish selama 3 pekan beruntun.

 

Poundsterling Masih Dalam Tekanan

Sementara itu masa masa suram masih menyelimuti poundsterling dimana sedang menuju penurunan bulanan sebanyak lebih dari 6 persen terhadap dollar AS. Data GDP Inggris kuartal 3 yang rilis pada Kamis kemarin seolah gagal meredakan kekhawatiran pelaku pasar terhadap dampak proses Brexit yang saat ini masih berlangsung.

Pelemahan tajam Sterling versus dollar AS sejak voting Brexit pada bulan Juni lalu membuat sebagian kalangan khawatir akan terjadi kejatuhan ekonomi Inggris yang diawali dengan penurunan nilai investasi Inggris dan meredupnya tingkat keyakinan konsumen di negara monarki tersebut pada masa mendatang.

Saat berita ini diturunkan, pair GBP/USD berada di level 1.2174 atau berusaha menjauhi level terendah harian 1.2113. Fokus investor selanjutnya tertuju pada laporan inflasi kuartal serta pertemuan para petinggi BoE pekan depan guna mendapatkan lebih banyak petunjuk terhadap kondisi fundamental Inggris.



275481

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone