iklan

GDP Inggris Catat Penurunan Terparah Dalam Sejarah

GDP Inggris tahun 2020 terburuk dalam sejarah. Untungnya, pertumbuhan ekonomi kuartal IV/2020 lebih baik dari ekspektasi.

iklan

iklan

Pound mencatat pelemahan dua hari beruntun versus dolar AS. GBP/USD sempat menyentuh rekor terendah tiga hari pada level 1.3775, sebelum menanjak bertahap ke atas ambang 1.3800 setelah rilis data GDP Inggris.

UK Office for National Statistics (ONS) melaporkan penurunan GDP Inggris tahun 2020 paling parah dalam sejarah. Untungnya, pertumbuhan ekonomi Inggris untuk kuartal IV/2020 lebih tinggi dari ekspektasi.

GBPUSD DailyGrafik GBP/USD Daily via Tradingview.com

Pertumbuhan GDP Inggris kuartal IV/2020 tumbuh +1.0% (Quarter-over-Quarter), lebih baik dibanding estimasi +0.5% meski lebih rendah dari prestasi +16.1% pada kuartal sebelumnya. Pertumbuhan GDP juga membaik dari -8.7% menjadi -7.8% secara Year-on-Year, unggul dibanding estimasi -8.1%. GDP tahunan diestimasikan terperosok hingga -9.9% untuk sepanjang tahun 2020, tetapi perbaikan data di penghujung tahun menjadi katalis positif.

"Ini artinya resesi teknikal kemungkinan akan terhindarkan. Dan meskipun lockdown COVID-19 ketiga membuat perekonomian hampir pasti turun lagi pada Januari, GDP semestinya rebound tajam pada paruh kedua 2021," ujar Thomas Pugh, ekonom Inggris di Capital Economics.

Capital Economics memproyeksikan GDP Inggris untuk bulan Januari 2021 kemungkinan lebih buruk dibanding Desember 2020, tetapi gencarnya distribusi vaksin akan mempercepat pelonggaran lockdown. Oleh karena itu, mereka memperkirakan perekonomian Inggris akan kembali ke skala pra-pandemi pada kuartal pertama tahun 2022. Apabila proyeksi ini tepat, bank sentral Inggris (BoE) maupun pemerintah tak perlu menambah stimulus lagi

Rilis data GDP Inggris kali ini pun ditanggapi positif oleh pelaku pasar. Pound terpantau menguat terhadap USD dan beberapa mata uang mayor lain. Outlook jangka panjangnya masih solid bullish. Tapi upaya reli jangka pendek kemungkinan sedikit terjal karena pergerakan bukan hanya dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik.

Relasi Inggris-Uni Eropa belakangan ini diam-diam memburuk. Parlemen Eropa mengatakan berencana menunda ratifikasi kesepakatan dagang pasca-brexit yang telah dicapai pada Natal 2020, dengan alasan Inggris juga menunda-nunda penyelesaian masalah Irlandia Utara.

Pada hari Rabu lalu, Gubernur BoE Andrew Bailey untuk pertama kalinya menyampaikan peringatan keras kepada Uni Eropa. Bailey mengatakan "proses ekuivalensi pasca-brexit antara Inggris dan UE tidak jelas". Proses ekuivalensi yang dimaksud adalah proses yang akan diberlakukan regulator Uni Eropa untuk memberikan akses bagi perusahaan keuangan Inggris ke pasar Eropa, jika peraturan keuangan antar kawasan dianggap setara.

295175

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


1 Apr 2021

1 Apr 2021

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone