Advertisement

iklan

Girang Tanggapi Data EIA, Harga Minyak Naik Terbatas

Walau sudah menurun, tetapi EIA menyatakan bahwa total stok minyak Amerika Serikat masih berada di atas rata-rata wajar musiman

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Harga minyak ditutup menguat pada hari Rabu lalu, setelah data stok minyak mentah Amerika Serikat yang dirilis EIA menunjukkan penurunan dalam jumlah besar. Namun demikian, kenaikan nampak terhenti sejenak pada Kamis pagi ini (20/Juli). Ambang $50 rupanya masih menjadi resisten yang susah digapai.

Harga Minyak

 

Sinyal Peningkatan Permintaan BBM

Di New York Mercantile Exchange (NYMEX), minyak berjangka WTI untuk pengiriman bulan Agustus terpantau naik 1.6% ke harga penutupan $47.12 pada hari Rabu. Sementara itu, di Intercontinental Exchange (ICE) London, Brent naik 1.82% ke $49.73 per barel. Saat berita ini ditulis, kedua harga minyak acuan tersebut masih bergerak di kisaran yang tak jauh dari harga penutupan Rabu.

Energy Information Administration (EIA) melaporkan bahwa persediaan minyak mentah dan gasoline sama-sama turun lebih dalam dibanding ekspektasi dalam periode penghitungan mingguan yang berakhir tanggal 14 Juli.

Stok minyak mentah turun 4.7 juta barel; melampaui ekspektasi yang sebelumnya dipatok pada -3.2 juta barel, sekaligus menjadi pekan ketiga beruntun data ini menunjukkan penurunan. Stok Gasoline pun merosot sekitar 4.5 juta barel, melangkahi perkiraan 655,000 barel; dan stok hasil distilasi berkurang 2.1 juta barel, padahal diperkirakan akan naik 1.2 juta barel.

Di tengah penurunan besar-besaran ini, EIA menyatakan bahwa total stok minyak AS masih berada di atas rata-rata wajar musiman. Namun demikian, pasar mensinyalir penurunan stok mengarah pada peningkatan permintaan akan minyak mentah dan produk turunannya.

 

Sinyal Beragam Dari OPEC 

Terlepas dari kabar baik asal benua Amerika tersebut, merebak sejumlah kabar yang mengirim sinyal beragam dari OPEC.

Arab Saudi menyatakan tengah mempertimbangkan akan mengurangi ekspor minyak mentahnya. Pengurangan sebanyak 1 juta barel per hari (bph) akan ditujukan untuk mengimbangi kenaikan output Libya dan Nigeria, sembari mempertahankan total pemangkasan output yang disepakati OPEC.

Menteri Perminyakan Ekuador menyatakan negaranya takkan bisa memenuhi batas kuota yang ditetapkan OPEC. Mereka akan terus menggenjot output demi menaikkan pendapatan fiskal.

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters di ibukota Kuwait, Menteri Perminyakan Kuwait, Essam El-Marzouq, menyampaikan keyakinannya bahwa kesepakatan pemangkasan output OPEC berfungsi baik. Karenanya, tak ada perlunya mengadakan pertemuan luar biasa OPEC sebelum jadwal reguler di bulan November. Tak perlu juga mempertimbangkan pengurangan output dalam jumlah lebih besar, karena sebaiknya melihat dahulu data kepatuhan anggota per akhir Juli.

279638

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.