Advertisement

iklan

Gubernur RBNZ Bahas Risiko Sistem Finansial, NZD/USD Bergeming

Dalam konferensi pers terkait laporan stabilitas keuangan, Gubernur RBNZ menggarisbawahi tingginya risiko sistem finansial dan rencana untuk memperketat pengawasan perbankan.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex - Risiko sistem finansial New Zealand menjadi salah satu fokus utama dalam pidato Gubernur RBNZ pagi ini (27/November). Hal ini sebagai respon atas laporan AUSTRAC (salah satu badan pengawas di Australia) tentang indikasi adanya pelanggaran hukum anti pencucian uang senilai jutaan Dolar oleh Westpac; salah satu bank peminjam terbesar di Australia. Mengingat banyaknya bank-bank di negeri kanguru yang berafiliasi dengan perusahaan finansial top di New Zealand, Adrian Orr selaku Gubernur RBNZ pun mengutarakan kekhawatirannya.

Dilansir dari Reuters, RBNZ berniat memperketat pengawasan terhadap bank-bank di New Zealand melalui peningkatan standar berbagai aturan, salah satunya adalah capital requirement. Pengumuman terkait kebijakan ini rencananya akan dirilis pada 5 Desember mendatang.

Meskipun tidak menyebutkan berapa tepatnya angka yang menjadi target peningkatan capital requirement, Bank Sentral New Zealand dikabarkan telah mengusulkan untuk melipatgandakan rasio kapital bank menjadi 16 persen, untuk mengurangi risiko jika terjadi "goncangan besar" terhadap sistem finansial. 

Melengkapi nada pernyataan Adrian Orr, Deputi Gubernur Geoff Bascand menyatakan bahwa:

"Tinjauan terbaru kami terhadap bank-bank dan perusahaan asuransi, juga tingginya pelanggaran terhadap ketentuan regulasi, menggarisbawahi pentingnya perusahaan-perusahaan finansial untuk memperbaiki cara kerja mereka... Kami juga meninjau ulang strategi pengawasan (terhadap bank-bank) dan akan mengambil pendekatan lebih intensif, yang melibatkan pengawasan lebih ketat terhadap kepatuhan perusahaan-perusahaan terkait."

 

RBNZ Mempertahankan Restriksi LVR

Tanpa menyinggung soal kebijakan suku bunga, Adrian Orr dalam pidatonya menyatakan bahwa RBNZ belum akan melonggarkan restriksi Loan to Value Ratio (LVR). Sebelumnya, mereka telah melakukan pelonggaran LVR pada akhir 2018.

Menurut catatan bank sentral, suku bunga rendah yang berkepanjangan mengakibatkan pinjaman dengan risiko tinggi dapat meningkat, dan menjadi salah satu ancaman bagi sistem keuangan karena berpeluang memicu utang yang berlebihan. Sebagaimana diketahui sebelumnya, RBNZ melakukan pemotongan suku bunga 50 bps di level historis 1.00% pada Agustus lalu. Kebijakan itu didasari oleh kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi secara global dan sentimen bisnis yang suram.

 

Dolar New Zealand Masih Bullish

Pidato Gubernur RBNZ Adrian Orr pagi ini tak banyak mengubah struktur trend bullish Dolar New Zealand terhadap Dolar AS. Berdasarkan grafik di bawah ini, NZD/USD naik tipis 0.04% ke level 0.64305. Selain terhadap USD, NZD juga menguat terhadap Dolar Kanada (+0.10%), Dolar Australia (+0.03%), Pound (+0.14%), dan Yen (+0.12%).

nilai tukar nzdusd

291092

Sudah terjun di dunia jurnalis sejak 2013. Aktif menulis di media cetak, online, dan website pribadi dengan berbagai macam topik. Selain itu, juga trading saham sejak 2018.