iklan

Harga Emas Gagal Melanjutkan Rebound Akhir Pekan

Sempat naik 1.89 persen akhir pekan lalu, harga emas kini tergelincir karena Dolar AS menguat akibat perubahan pertimbangan investor dalam mencerna isu di pemerintahan AS.

iklan

iklan

Seputarforex - Di sesi perdagangan Senin (12/Oktober) malam, harga emas tergelincir dari puncak akhir pekan akibat Dolar AS yang menguat. Harga emas spot turun 0.2 persen ke $1,925.56 per ounce pada pukul 12:13 GMT, setelah menyentuh level tertinggi sejak 21 September di $1,932.26. Akan tetapi, harga emas futures di Comex New York masih naik 0.2 persen ke $1,931.50. Sementara itu, grafik XAU/USD di bawah ini menunjukkan penurunan 0.36 persen ke $1,922.23.

xauusd

 

Stimulus Dibayangi Protes, Dolar AS Terkoreksi

Harga emas melonjak dan Dolar AS anjlok setelah Presiden AS Donald Trump mengusulkan paket stimulus tambahan sebesar $1.8 triliun, untuk membantu ekonomi AS pulih dari krisis COVID-19. Usulan tersebut diutarakan sembari melakukan diskusi dengan Ketua House of Representatives AS, Nancy Pelosi.

Kendati jumlah tersebut lebih banyak daripada usulan Partai Republik beberapa waktu lalu dan hampir mendekati $2.2 triliun seperti usulan Demokrat, tetapi banyak pihak dari Republik yang tak setuju lantaran tak mau menambah utang negara lagi menjelang Pemilihan Presiden 3 November mendatang.

Pada hari Minggu, penolakan terhadap jumlah paket stimulus usulan Trump semakin meluas. Pemerintah pun meminta Kongres untuk segera mengesahkan RUU bantuan dampak COVID-19 yang didanai dari anggaran kedaluwarsa untuk pinjaman UKM. Di hari yang sama, Trump juga menyatakan bahwa dirinya sudah pulih sepenuhnya dari virus Corona. Dr. Sean Conley yang menangani Trump menjelaskan bahwa Presiden AS tersebut sudah terbebas dari risiko infeksi.

Hari ini, emas tidak melanjutkan kenaikan karena Dolar AS pulih. Indeks Dolar naik tipis 0.1 persen, menjauhi kisaran rendah tiga pekan. Dolar AS yang menguat membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang selain Dolar. Tetapi dalam jangka panjang, khususnya setelah Pilpres, emas masih berpotensi bullish.

"Kita melihat sedikit kenaikan dalam Dolar AS," kata Michael Hew son dari CMC Markets. "Saya masih condong pada opini bahwa kita membutuhkan buy-in the-dip, karena pada akhirnya, prospek stimulus tambahan (yang akan disahkan setelah Pilpres AS) dapat membantu menaikkan harga emas."

Download Seputarforex App

294395

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone