Advertisement

iklan

Harga Emas Jatuh 1 Persen Pasca NFP AS Dan Optimisme AS-China

Emas kembali terjungkal di akhir pekan. Meningkatnya minat risiko karena apiknya NFP AS dan kemajuan negosiasi AS-China membuat harga logam mulia tertekan.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Di sesi perdagangan Jumat (06/Desember) malam, harga emas spot diperdagangkan pada kisaran $1,475.90 per ounce, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan harga emas futures di Comex New York yang diperdagangkan pada kisaran $1,480 per ounce.

Sementara itu, XAU/USD merosot 1.05 persen ke 1,460.31, menyapu bersih kenaikan yang terbentuk pada tanggal 03 Desember.

xauusd

 

NFP AS Melesat Lambungkan Dolar

Minat risiko pasar meningkat setelah Departemen Ketenagakerjaan AS melaporkan bahwa NFP meningkat menjadi 266,000 di bulan November lalu, tertinggi sejak Januari 2019. Tingkat Pengangguran AS juga turun dari 3.6 persen menjadi 3.5 persen.

Laporan-laporan tersebut mengindikasikan bahwa Federal Reserve AS kemungkinan tak perlu memotong suku bunganya lagi dalam waktu dekat. Optimisme itu pun membangkitkan optimisme pasar untuk memborong Dolar AS seiring dengan kenaikan Yield Obligasi. Sebaliknya, emas sebagai aset safe haven dilanda aksi jual.

"Perolehan rata-rata pekerjaan di AS dalam tiga bulan terakhir kembali ke atas 200,000," komentar ekonom Carl Tannebaun dari Northern Trust's. "Ini dianggap sebagai sinyal bahwa ekonomi AS tidak sedang menghadapi risiko resesi yang besar, sehingga The Fed kemungkinan akan mempertahankan kebijakan moneternya untuk sementara ini."

 

Perundingan AS-China Dinilai Positif

Selain data ketenagakerjaan AS, perkembangan positif diskusi perdagangan AS-China tak memberikan alasan bagi investor untuk membeli emas. Presiden AS Donald Trump dan Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow, kompak menyebut bahwa negosiasi dengan China semakin dekat dengan kesepakatan. Namun, Kudlow menambahkan bahwa AS membutuhkan jaminan bahwa tidak akan ada pencurian hak intelektual lagi di masa depan.

Di lain pihak, China memberikan penawaran menarik. Dilansir South China Morning Post, Beijing mengumumkan akan membebaskan tarif kedelai dan daging babi impor dari AS. Dalam sebuah pernyataan singkat, Komisi bea cukai China mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan domestik yang membeli kedua jenis barang tersebut dari AS tidak akan dikenai pajak. Tarif tersebut tadinya akan dijadikan sebagai balasan atas tarif AS pada barang-barang China.

291221

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.