Advertisement

iklan

Harga Emas Konsolidasi, Pasar Amati Kebijakan Bank Sentral

Harga emas tak banyak berubah. Pasar mengamati sejumlah bank sentral yang telah dan akan mengumumkan kebijakan moneternya.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Seputarforex.com - Harga emas spot turun 0.1 persen ke $1,555.73 per ons, sejalan dengan harga emas futures yang turun 0.2 persen ke $1,555.50. Grafik XAU/USD berikut ini menunjukkan penurunan 0.05 persen ke 1,557.02. Harga cenderung terkonsolidasi dalam rentang harga yang terbentuk sejak tanggal 9 Januari.

xauusd

"Kita memiliki support yang baik antara $1,545 dan $1,550, dengan harga-harga yang rebound pada level ini, akan mengofirmasi minat investor yang kuat untuk bullion dalam rentang ini," kata analis teknikal Carlo Alberto De Casa dari ActivTrades.

Sembari menambahkan bahwa skenario kenaikan minat risiko dapat menghalangi pemulihan bullish harga emas, De Casa mengatakan jika para investor memasang posisi Long pada emas karena ekspektasi dovish terhadap kebijakan bank-bank sentral.

"Para investor (emas) memasang Long karena bank-bank sentral masih dovish. Kita memiliki potensi akan adanya pemotongan suku bunga Bank of England dan bank sentral Australia. Saya memperkirakan bahwa The Fed atau ECB tidak akan hawkish dalam enam bulan ke depan," kata De Casa.

 

BoC Mulai Pesimis

Adapun bank sentral yang telah mengumumkan kebijakan moneternya di awal tahun 2020 ini adalah BoC. Bank sentral Kanada tersebut mempertahankan suku bunga di level 1.75 persen sesuai dengan ekspektasi. Namun, mereka membuka kemungkinan pemotongan suku bunga, sehubungan dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi Kanada dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, kebijakan BoC tersebut tidak banyak berpengaruh pada harga emas.

Selanjutnya, ada ECB yang dijadwalkan mengumumkan kebijakan moneter pertamanya tahun ini pada hari Kamis sore (23/Januari), dan The Fed dijadwalkan akan menggelar rapat FOMC pada tanggal 28-29 Januari. Kedua bank sentral tersebut diprediksi dovish.

 

Virus Corona Tak Pengaruhi Permintaan Emas

Isu mewabahnya virus Corona di China dan sejumlah negara Asia lainnya, turut menjadi perhatian pasar tetapi tidak memicu aksi beli emas. Menjelang libur Imlek di China, terdapat 440 kasus Corona dengan korban tewas sedikitnya 9 orang.

Menurut para analis, pasar sedang membandingkan dampak virus Corona dengan virus SARS yang menjangkiti Hong Kong pada tahun 2002-2003. Tohru Sasaki dari JP Morgan menilai bahwa wabah Corona dinilai lebih terkendali dibandingkan SARS, sehingga belum sampai berpengaruh pada perekonomian meski sektor pariwisata kemungkinan akan turun.

291744

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.