Harga Emas Melandai Karena Dolar AS Dan Sektor Ekuitas

Setelah tesmoni kedua Ketua the Fed, Janet Yellen tadi malam, harga emas mulai melemah lagi sejalan dengan kurs Dolar dan sektor ekuitas yang merangkak naik.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com- Kurs Dolar dan sektor ekuitas AS yang berusaha bangkit lagi. Di sisi lain, testimoni kedua Janet Yellen di hari kemarin menyebabkan harga emas melemah. Harga emas di sesi Asia pada hari Jumat (14/07) ini terpantau kembali menurun setelah dalam tiga sesi berturut-turut merangkak naik.

Harga Emas Melandai Karena Dolar Dan Sektor Ekuitas

Saat berita ini ditulis, harga emas berjangka untuk pengiriman bulan Agustus pada Comex New York Mercantile Exchange melandai sebesar 0.14 persen ke level harga 1,215 Dolar AS per troy ons dan harga emas spot XAU/USD mengalami pelemahan harga ke kisaran level harga 1,216 Dolar AS. Sedangkan harga emas batangan pecahan 1 gram bersertifikat Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (Antam) Tbk flat di level Rp 582,000 dan harga buy back di level harga Rp 522,000.

Harga Emas Dan Pernyataan Ketua Federal Reserve

Dalam sesi perdagangan Kamis kemarin, harga emas mulai bergerak turun setelah komentar Yellen yang mendorong sebagian besar para trader memilih aset lebih berisiko.

"Kondisi perekonomian AS saat ini cukup sehat bagi The Fed untuk menaikkan tingkat suku bunga, meskipun tingkat inflasi masih rendah," ucap Yellen.

Testimoni kedua Janet Yellen tersebut mendorong terjadinya reli pada pasar obligasi dan pasar saham AS. Indeks saham MSCI mampu mencetak rekor tertingginya keempat dalam kurun waktu satu bulan ini. Kondisi seperti ini tidak menguntungkan pergerakan harga emas karena permintaan si kuning cenderung menurun.

Prediksi Goldman Sachs Tentang Kenaikan Suku Bunga AS

Sebelumnya para petinggi The Fed mengatakan rencana mereka untuk menaikkan tingkat suku bunga AS paling tidak sebanyak satu kali lagi di thaun 2017 dan mereka akan mengurangi besaran neraca keuangannya sebesar 4.5 triliun Dolar AS.

Para analis Goldman Sachs mengungkapkan bahwa mereka memperkirakan pengurangan neraca keuangan akan ditunda sampai bulan September. Di samping itu, setelah testimoni pertama Janet Yellen, Golman Sachs menurunkan prediksi mereka terhadap rate hike oleh Federal Reserve pada bulan September dari sebelumnya 20 persen, menjadi 10 persen saja. Sementara probabilitas kenaikan suku bunga bulan November sebesar lima persen. Namun, Goldman Sachs menilai, peluang kenaikan suku bunga bulan Desember semakin besar, yakni meningkat menjadi 55 persen dari 50 persen.

Seperti yang diketahui, peningkatan suku bunga AS dapat mengurangi daya tarik emas karena logam ini tidak memberikan imbal hasil berbentuk bunga. Rate hike akan mendorong investor untuk beralih ke aset berisiko seperti saham.

279581

Pernah menempuh pendidikan di Fakultas Sastra, jurusan Sastra Inggris konsentrasi Linguistik, Unversitas Negeri Malang. Menyukai bidang kepenulisan dan dunia penerjemahan ekonomi dan bisnis sejak tahun 2013 silam. Saat ini menjadi jurnalis di Seputarforex yang bertanggung jawab untuk menulis berita emas dunia, forex, dan saham.

16 Desember 2019 11:25

1,474.72 ( 0.05%)

Support : 1,466.57
Pivot : 1,472.09
Resistance : 1,480.96

Hold Hold 50% Buy

8% Buy
Selengkapnya