Advertisement

iklan

Harga Emas Melonjak Seiring Eskalasi Konflik AS-China

Harga emas naik setelah China memutuskan akan tetap mengesahkan Undang-Undang (UU) Keamanan Nasional atas Hongkong.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

SeputarforexHarga emas naik akibat potensi memburuknya konflik AS-China. Para investor beralih ke safe haven emas setelah Beijing memutuskan untuk tetap mengimplementasikan UU Keamanan Nasional di Hongkong, meski mendapat tentangan keras dari AS.

Pada sesi perdagangan Kamis (28/Mei) malam ini, harga emas spot naik 0.8 persen ke $1,772.70 per ons, sementara emas futures di Comex New York naik dengan persentase yang sama ke $1,793.70. Saat berita ini ditulis, grafik XAU/USD di bawah ini pun menunjukkan penutupan harga di level 1717.90, naik 0.52 persen dari harga Open harian.

Harga emas naik

 

China Abaikan Ancaman AS Dan Stimulus Bank Sentral

Parlemen China hari ini meneken legislasi keamanan nasional untuk Hongkong. Langkah tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan otonomi dan kebebasan Hongkong, yang selama ini didukung oleh Amerika Serikat. Trump sempat mengancam akan memberi sanksi baru apabila China tetap nekat mengimplementasikan UU Keamanan untuk Hongkong. Masalah ini pun semakin menambah runyam konflik yang sebelumnya sudah bergejolak akibat tudingan AS terhadap keterlibatan China dalam menyebarkan virus Corona.

Eskalasi ketegangan kedua negara tersebut menaikkan pamor emas yang dipandang sebagai aset safe haven. Sentimen penghindaran risiko pun terefleksi dari data SPDR Gold Trust, dimana kepemilikan emas tercatat naik 0.2 persen ke 1,119.05 ton, tertinggi dalam tujuh tahun.

"Tensi antara Amerika Serikat dan China semakin mengemuka. Secara umum, pasar agak khawatir mengenai situasi dari segi geopolitik dan segi ekonomi," komentar Afshin Nabavi, analis pasar emas di MKS, Arab Saudi.

Disamping konflik geopolitik, bullish emas juga mendapatkan dukungan dari stimulus moneter yang diluncurkan oleh bank-bank sentral. Beberapa diantaranya adalah Bank of Japan (BoJ) yang menyetujui paket stimulus senilai 1.1 triliun dolar AS, dan Uni Eropa yang menyuntikkan stimulus senilai 750 miliar euro.

Download Seputarforex App

292992

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


Kesulitan Akses Seputarforex?

Lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone