OctaFx

iklan

Harga Emas Naik Akibat Bertambahnya Korban Corona Di Luar China

Harga emas naik karena pasien Corona di Italia dan Iran semakin bertambah. Meski pejabat The Fed menepis, ekspektasi Rate Cut The Fed masih cukup tinggi di kalangan investor.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Meningkatnya kasus infeksi virus Corona di Italia dan Iran mendongkrak harga emas pada sesi perdagangan Kamis (27/Februari) pagi ini. Sebagaimana terlihat pada grafik di bawah ini, XAU/USD naik 0.52 persen dari harga pembukaan harian, dan diperdagangkan di 1,649.26.

xauusd

Sementara itu, harga emas spot naik 0.3 persen ke $1,644.11 per ounce sekitar pukul 07:44 WIB tadi, dan harga emas futures di Comex New York naik 0.2 persen ke $1,646.

Di Italia, laporan terakhir menunjukkan kasus Corona bertambah menjadi 400 kasus, sedangkan di Iran terdapat 139 kasus. Meski lebih sedikit, para ahli patologi mengekspektasikan jumlah kasus penyakit pernapasan akibat COVID-19 di Iran berpotensi meningkat.

Perluasan wabah virus Corona menjadi perhatian pasar finansial. Pasalnya, ekonomi China yang sudah goyah dapat merembet menjadi masalah ekonomi global. Sebagai safe haven sejati, emas pun kebanjiran pembeli. Sebaliknya, yield obligasi 10-tahunan AS dan S&P 500 masih terkapar di level rendah karena minimnya minat risiko. Penguatan harga emas ini bahkan masih terlihat meskipun Indeks Dolar AS menguat terbatas.

 

The Fed Masih Mungkin Potong Suku Bunga

Spekulasi pemotongan suku bunga The Fed saat ini merebak di kalangan investor, sehingga menambah bullish harga emas. Meski sejumlah pejabat The Fed menepis kemungkinan pelonggaran moneter dalam waktu dekat, tetapi hasil survei tentang prospek Fed Rate Cut pada bulan Juni terbilang masih tinggi, yakni di 79.2 persen.

Ed Moya, analis OANDA New York, mengatakan bahwa dalam jangka panjang, outlook harga emas masih dapat meninggi. Logam mulia tersebut bisa mendapatkan support dari meningkatnya ekspektasi akan dampak virus Corona terhadap ekonomi dan pertumbuhan global. Ini dapat memicu langkah pemotongan suku bunga, karena dorongan deflasi akan memaksa The Fed untuk melonggarkan moneternya.

"... Bahkan, meskipun virus mereda, pemotongan suku bunga The Fed masih mungkin terjadi karena pasar saham akan memaksa mereka mengambil langkah tersebut," tambah Moya.

292144

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.