iklan

Harga Emas Naik Pasca Ancaman Tarif Baru Trump Pada China

Harga emas naik akibat pudarnya minat risiko, yang disebabkan oleh tudingan Trump terhadap keterlibatan China dalam pembuatan virus Covid-19.

iklan

iklan

Seputarforex.com - Di akhir pekan kemarin (01/Mei), harga emas ditutup menguat 1 persen dari level rendah yang tersentuh di sesi perdagangan sebelumnya. Harga emas spot naik 0.9 persen ke $1,695 per ounce, begitu pula dengan emas futures yang naik 0.4 persen ke $1,700.90. Saat berita ini ditulis pada hari Minggu (03/Mei) malam, grafik XAU/USD menunjukkan harga emas di $1,685.10 setelah menguat 0.77 persen.

xauusd

Pekan lalu, Trump mengatakan bahwa kesepakatan perdagangan AS dengan China saat ini adalah hal terpenting kedua setelah urusan pandemi. Setelah menuduh bahwa virus Corona sengaja dibuat oleh laboratorium Wuhan, presiden AS tersebut mengancam akan mengenakan tarif impor baru sebagai bentuk pembalasan.

Minat risiko pun anjlok merespon ancaman Trump kepada China tersebut, ditandai oleh saham-saham AS yang merosot. Sentimen negatif ini kemudian semakin dibebani oleh peringatan dari Apple dan Amazon soal kesulitan mereka di masa depan karena dampak Corona.

"Kita melihat suatu pelemahan dalam pasar ekuitas AS... Tampaknya, Trump menunjukkan sinyal untuk kembali memantik perang dagang," kata Phil Streible, analis dari Blue Line Futures. "Ini artinya, banyak investor melikuidasi aneka kelas aset yang mungkin akan terdampak oleh isu tersebut, dan kembali ke aset-aset aman, khususnya emas."

 

Harga Emas Turun Dalam Jangka Pendek, Tangguh Di Jangka Panjang

Kendati emas mendulang kenaikan harga pasca pernyataan Trump, tetapi secara umum, sinyal emas masih bearish. Logam mulia tersebut masih dalam jalur penurunan mingguan karena optimisme pembukaan aktivitas ekonomi seiring dengan pelongggaran lockdown di sejumlah negara.

Afrika Selatan menjadi negara pertama yang memulai kembali ekonominya, setelah menerapkan lockdown dengan sangat ketat. Sehari sebelumnya, PM Inggris Boris Johnson juag telah mengumumkan akan memulai kembali aktivitas ekonomi Inggris pada pekan depan.

Namun, apabila menelaah prospek harga emas dalam jangka panjang, maka harga emas masih berpotensi naik. Stephen Innes dari AxiCorp mengatakan bahwa narasi untuk emas tak banyak berubah. Bagaimanapun juga, data-data ekonomi dalam beberapa bulan ke depan belum terjamin membaik. Selain itu, pelonggaran moneter Federal Reserve AS pun turut mendukung bullish emas.

292835

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone