OctaFx

iklan

Harga Emas Naik Setelah PMI Jasa ISM Tekan Dolar AS

Harga emas naik, memanfaatkan celah dari jebloknya Dolar AS di sesi perdagangan Kamis (03/Oktober) malam. Data-data ekonomi AS pun mulai menunjukkan perlambatan.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Harga emas naik hingga lebih dari 1 persen dalam pekan ini, menanggapi data-data ekonomi AS yang mulai mengkhawatirkan. Harga emas spot naik 0.5 persen ke $1,507.43 per ounce pada pukul 15:24 GMT. Sebelumnya, harga emas spot sempat menyentuh level tinggi satu minggu di kisaran $1,518.50. Grafik XAU/USD berikut ini juga menunjukkan pergerakan yang hampir sama dengan harga emas spot, dengan diperdagangkan di posisi 1507.63 saat berita ini ditulis.

xauusd

Sementara itu, harga emas futures untuk pengiriman Desember di bursa komoditas di Comex New York, naik 0.4 persen ke $1,513.30.

Lemahnya laporan aktivitas jasa AS versi ISM memang tidak sampai ke area kontraksi seperti data ISM Manufaktur. Namun, penurunan sektor jasa AS kali ini cukup drastis, sehingga membuat para trader merasa perlu berpindah ke emas sebagai aset safe haven.

"Kita terus melihat rangkaian data ekonomi AS yang memperbesar keprihatinan tentang pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, kita juga melihat return yang signifikan dalam aset seperti emas," kata David Meger, Direktur High Ridge Futures.

"Kondisi ini juga mengarah pada prospek pemotongan suku bunga di akhir bulan Oktober. Jadi, kemungkinan bahwa Rate Cut akan terus naik dan suku bunga akan terus menurun, akan mendukung kenaikan harga emas," tambahnya.

 

Barang-Barang Eropa Akan Dikenai Bea Impor

Selain data ekonomi, kebijakan proteksi perdagangan AS juga menambah ketidakpastian. Rabu kemarin (02/Oktober), Washington mengatakan bakal menerapkan tarif impor terhadap sejumlah produk dari Uni Eropa, yang akan berlaku tanggal 18 Oktober. Pemerintahan Donald Trump merilis daftar barang asal Eropa senilai $7.5 miliar yang akan dikenai tarif, termasuk di antaranya keju Italia, sweater Inggris, dan wine Prancis.

"Tarif impor (AS pada China) sudah jelas merupakan penyebab perlambatan dalam data-data rilisan ISM. Penambahan tarif lagi akan membuat orang-orang mengantisipasi data ekonomi AS yang lebih lemah. Sehingga, Anda mungkin bisa memulai membeli aset yang akan bermanfaat di masa depan, dan itu adalah emas," kata Michael Matousek, kepala trader di US Global Investors.

290398

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.

21 Oktober 2019 21:54

1,489.72 ( 0.02%)

Support : 1,485.72
Pivot : 1,489.73
Resistance : 1,494.03

Hold 50% Buy 100% Buy

40% Buy
Selengkapnya