Advertisement

iklan

Harga Emas Naik Terbatas Pasca Rilis Data Ketenagakerjaan AS

Meski naik, harga emas terbentur oleh reli Dolar AS yang masih bertahan dan mendinginnya tensi AS-Iran.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Seputarforex.com - Harga emas naik terbatas setelah data Ketenagakerjaan AS dilaporkan mengecewakan. Meski demikian, kenaikan tersebut belum sanggup mengubah trend harga emas yang masih bearish di level rendah tiga hari. Saat berita ini ditulis pada Sabtu (11/Januari) dini hari, XAU/USD diperdagangkan di 1,559.89, naik 0.5 persen dari sesi perdagangan sebelumnya. Sementara itu, harga emas spot diperdagangkan di 1,554.06 per ounce, naik 0.15 persen setelah rilis data NFP AS.

xauusd

Reli Dolar AS yang tetap stabil meskipun data ketenagakerjaan AS tak memenuhi ekspektasi, membuat kenaikan harga emas terbatas. Pertumbuhan NFP AS pada bulan Desember 2019 lalu hanya 145,000 jobs, terendah sejak Mei 2019. Hasil data tersebut mengecewakan ekspektasi pasar yang sebelumnya telah memproyeksi penurunan dari 256,000 menjadi 165,000.

Yang tak kalah penting, data Average Hourly Earnings bulanan untuk Desember 2019 turut menurun 0.1 persen, lebih rendah daripada ekspektasi kenaikan ke 0.3 persen. Namun, data untuk peropde November direvisi naik dari 0.2 persen ke 0.3 persen.

 

Konflik AS-Iran Mendingin

Konflik AS Iran yang mulai mereda juga menjadi faktor yang membuat harga emas tak punya pendongkrak di akhir pekan ini. Kamis kemarin (09/Januari), House of Representatives AS menerbitkan sebuah resolusi untuk menghentikan Trump supaya tak lagi melancarkan aksi militer ke Iran.

Sementara itu, Trump sendiri juga mengeluarkan pernyataan bahwa Iran mengalah dan AS tak berminat angkat senjata. AS dikabarkan hanya akan menambah sanksi perdagangan kepada Iran, ketimbang menyulut peperangan yang lebih serius. Iran sendiri masih meluncurkan rudal-rudal ke kedubes AS di Irak. Akan tetapi, serangan tersebut dinilai sebagai gertakan belaka; tidak fatal dan tidak menimbulkan korban jiwa.

"Kita tengah menyaksikan sentimen minat risiko, Dolar AS yang menguat, dan ekuitas yang melonjak," kata Stephen Innes, ahli forex dari AxiTrader.

"Meskipun Presiden AS menunjukkan bahwa Iran sedang mengalah, Ketua House of Representatives AS berencana membatasi kewenangan eksekutif Trump terkait Iran demi mengurangi tekanan di Timur Tengah," tambah Innes.

291609

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.