Harga Emas Tumbang Merespon Rencana Pembatalan Tarif AS-China

Meningkatnya optimisme pencapaian deal perdagangan AS-China, membuat harga emas turun. Kedua negara tersebut dikabarkan akan membatalkan tarif impor.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Harga emas merosot seiring dengan penguatan saham-saham Wall Street dan Dolar AS, begitu kabar pembatalan tarif impor AS-China merebak. Kementerian Perdagangan China mengatakan bahwa pihaknya dan AS telah setuju membatalkan tarif-tarif impor dalam beberapa fase. Namun demikian, belum ada keterangan waktu yang pasti mengenai kapan perjanjian tersebut akan diteken.

Pihak AS turut mengonfirmasi hal senada meski belum ada pernyataan resmi dari Kemenkeu AS ataupun dari US Trade Representatives. Dilansir Reuters, salah seorang pejabat AS mengiyakan rencana pencabutan tarif sebagai bagian dari kesepakatan dagang Fase Satu yang akan ditandatangani oleh Presiden Donald Trump dan Xi Jinping pada bulan Desember mendatang.

 

Emas Seketika Jatuh

Harga emas sangat sensitif terhadap kabar kesepakatan AS-China, terutama karena penguatan emas selama ini ditopang oleh isu ketidakpastian perang dagang AS-China. Di sesi perdagangan Jumat (08/November) pagi ini, XAU/USD terpantau melanjutkan bearish di kisaran 1,467 per dolar AS, setelah jeblok hampir satu setengah persen di sesi perdagangan sebelumnya.

xauusd

Sementara itu, harga emas spot jatuh 1.7 persen ke $1,465.78 per ounce, pasca menyentuh level 1,460 yang menjadi kisaran terendah sejak tanggal 1 Oktober. Sementara itu, harga emas futures turun 1.8 persen ke $1,466.4.

Dari perspektif yang lebih luas, total penurunan emas bahkan sudah mencapai 6.1 persen. Padahal, logam mulia ini sempat menyentuh level tertinggi multi tahunan di awal September lalu, yakni pada posisi $1,557.

"Emas sedang dalam bahaya karena telah menerobos evel kunci bawah terbaru, mengingat optimisme perdagangan terus mendongkrak minat risiko dan menciptakan kenaikan tinggi, baik terhadap obligasi global maupun indeks-indeks mayor," kata Edward Moya, analis pasar dari OANDA.

"Outlook bullish emas dalam jangka panjang perlu mencari konfirmasi lagi, tetapi hal itu kemungkinan akan sulit terjadi sampai kita melihat aksi jual besar yang menargetkan level $1450 per ons," tambah Moya.

290881

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.

19 November 2019 16:45

1,467.49 ( 0.23%)

Support : 1,460.51
Pivot : 1,466.92
Resistance : 1,477.31

Hold 50% Buy 50% Buy

24% Buy
Selengkapnya