Advertisement

iklan

Harga Minyak Dipingpong Laporan OPEC Dan API

Meski harga minyak hari ini terombang-ambing, Goldman Sachs masih memperkirakan kalau permintaan minyak akan melampaui suplai pada kuartal tiga kelak.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Selepas rilis laporan Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) tadi malam, harga minyak sempat terperosok lagi ke level rendah baru. Namun demikian, laporan American Petroleum Institute (API) yang rilis dini hari langsung memicu rebound pada Rabu pagi ini (15/3).

 

Logo OPEC

 

Surplus Berlanjut, Produksi Non-OPEC Diperkirakan Naik

Laporan OPEC hari Selasa menyebutkan bahwa persediaan minyak global mengalami peningkatan, meski pihaknya dan beberapa produsen minyak lain telah melaksanakan pemangkasan output. Persediaan minyak di negara-negara terindustrialisasi akan berada pada 278 juta barel di atas rerata lima tahun, terdiri dari surplus minyak mentah sebesar 209 juta barel dan sisanya hasil pengilangan.

Karenanya, OPEC menaikkan forecast produksi minyak tahun 2017 untuk output dari negara-negara produsen di luar kartel itu, khususnya akibat pulihnya produksi minyak shale AS. Ekspektasi produksi minyak non-OPEC kini direvisi naik 160,000 barel per hari (bph) ke angka 400,000 bph.

 

Saudi Tingkatkan Output Pada Bulan Februari

Dalam laporan bulanan yang sama, OPEC juga menyatakan bahwa produsen terbesarnya, Arab Saudi, telah meningkatkan outputnya di bulan Februari sebanyak 263,000 bph ke angka total 10.011 juta bph. Angka tersebut masih dalam batas kuota yang dialokasikan untuk Saudi, tetapi lebih tinggi dibanding data Januari maupun estimasi sumber sekunder yang mencatat output turun ke 9.797 juta bph.

Sejalan dengan itu, produksi negara anggota OPEC lain juga terekam mengalami peningkatan di bulan Februari dibanding Januari, termasuk di Irak, Aljazair, Uni Emirat Arab, dan Venezuela.

 

Persediaan Minyak AS Turun Di Luar Dugaan

Harga minyak langsung anjlok pasca rilis OPEC tersebut. Untuk pertama kalinya sejak bulan Desember, harga minyak diperdagangkan di bawah ambang $50 per barel. Tetapi, pagi ini harga minyak kembali naik lebih dari dua persen. Saat berita ditulis, West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran $48.52 per barel, sedangkan Brent di sekitar $51.65 per barel.

Rebound itu dipicu oleh data mingguan API yang secara tak terduga melaporkan terjadinya penurunan persediaan minyak AS untuk periode penghitungan minggu lalu. Tepatnya, stok tercatat minus 531,000 barel; jauh lebih rendah dari estimasi analis yang memperkirakan kenaikan sebesar 3.7 juta barel.

Selain itu, dalam upaya untuk mengentaskan kerisauan pasar, Kementrian Energi Saudi mengatakan, "Perbedaan antara produksi yang dipantau pasar dengan level suplai di bulan apapun, adalah karena faktor-faktor operasional yang dipengaruhi oleh penyesuaian penyimpanan dan variabel lain (yang berubah) dari bulan ke bulan."

Bank investasi ternama Goldman Sachs pun menyampaikan bahwa meski persediaan minyak meningkat, tetapi penyeimbangan kembali di pasar masih berlanjut. Lebih dari itu, Goldman Sachs tetap memperkirakan kalau permintaan minyak akan melampaui suplai pada kuartal tiga kelak.

Ke depan, pasar minyak masih akan memantau perkembangan seputar komitmen pemangkasan output OPEC dan persediaan minyak AS, selain juga laporan suku bunga Amerika Serikat yang bisa berimbas pada harga minyak.

278058

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.