Advertisement

iklan

Harga Minyak Gamang, Badai Nate Ancam Teluk Meksiko

Sebelum merebaknya kabar Badai Nate, harga minyak mentah sempat terdorong naik oleh kabar kunjungan Raja Salman dari Arab Saudi ke Moskow.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Harga minyak bergerak nyaris flat di perdagangan sesi Asia Jumat pagi ini (6/Oktober), sementara perusahaan-perusahaan migas menutup tambang-tambang lepas pantai di Teluk Meksiko menjelang kedatangan badai Nate. West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran $50.75 per barel, hanya minus 2 poin (-0.02%) dari harga pembukaan; sedangkan Brent berada di kisaran $56.96, atau minus 4 poin (-0.07%). Kedua harga minyak acuan itu masih dekat level tertinggi dalam sepekan, setelah sempat terpuruk kemarin lusa.

Teluk Meksiko Jelang Badai Nate

 

Tambang Minyak Teluk Meksiko Ditutup Jelang Badai Nate

Musim badai yang melanda Amerika Serikat belum berakhir, meski badai Harvey dan badai Irma telah berlalu. National Hurricane Center menyatakan bahwa badai Nate kini tengah melaju menuju Teluk Meksiko, salah satu sentra tambang migas lepas pantai AS.

Badai Nate telah menerjang Costa Rica dan Nicaragua, tetapi diperkirakan hanya akan berkekuatan kategori 1 saat jatuh di pesisir Teluk Meksiko pada hari Minggu besok. Walaupun tergolong badai ringan, para pejabat AS telah memasang status "emergency" di Florida dan New Orleans.

Sejumlah perusahaan mengumumkan penutupan sementara semua instalasi lepas pantainya di Teluk Meksiko dan mengevakuasi staf mereka, termasuk BP Plc, Exxon Mobil Corp, Royal Dutch Shell, Chevron, dan Statoil. Menurut Reuters, sekitar 14.6% produksi minyak dan 6.4% produksi gas alam di Teluk Meksiko sudah offline sejak hari Kamis.

 

Raja Salman Akan Kunjungi Moskow

Sebelum merebaknya kabar Badai Nate, harga minyak mentah sempat terdorong naik berkat kabar kunjungan Raja Salman dari Arab Saudi ke Moskow. Pelaku pasar mengharapkan ia dan Presiden Vladimir Putin mendiskusikan perpanjangan pakta pemangkasan output minyak hingga akhir tahun 2018.

"Putin dan Salman kemungkinan akan mencapai, tetapi tidak mengumumkan, sebuah kesepakatan untuk memperpanjang persetujuan antara (negara-negara) OPEC dan Non-OPEC, meski dengan komitmen untuk membatasi pengurangan (kuota)," demikian menurut lembaga konsultan Eurasia Grup.

Ke depan, pelaku pasar juga akan menantikan data hitungan oil drilling rigs di AS yang dirilis Baker Hughes setiap Jumat malam waktu setempat. Data Non-Farm Payroll dari Amerika Serikat pun akan diamati, karena jika hasilnya dinilai bagus dan mendorong penguatan Dolar AS, maka dapat berimbas negatif bagi pasar minyak.

280484

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.