Advertisement

iklan

Harga Minyak Menguat Tipis Menanti Keputusan OPEC

Harga minyak bergerak dalam range terbatas, karena investor masih menanti keputusan OPEC terkait pemotongan produksi lanjutan untuk meredam kejatuhan harga.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Harga minyak mentah mencatat penguatan terbatas pada perdagangan hari Kamis (05/Maret) saat investor masih menanti pertemuan negara anggota OPEC yang dijadwalkan terlaksana pada hari ini. Saat berita ini ditulis, minyak Brent diperdagangkan pada kisaran $52.15 per barel, menguat 0.39 persen dari harga Open harian. Sementara itu, minyak WTI (West Texas Intermediate) berkisar di level $47.20, naik 0.27 persen dari harga Open harian.

Baik minyak Brent maupun WTI sama-sama menguat dalam kisaran terbatas sehubungan dengan "wait and see" pelaku pasar jelang OPEC Meeting. "Volume perdagangan minyak rendah, bagaimanapun mencerminkan bahwa investor masih menanti kejelasan dari sikap OPEC," kata Michael McCarthy, kepala strategi pasar CMC Markets di Sydney.

Harga minyak naik terbatas

 

Rusia Enggan Potong Output Lebih Lanjut

Sikap kehati-hatian yang dilakukan investor minyak sudah berlangsung dalam tiga sesi perdagangan terakhir. Hal ini mencerminkan bahwa pelaku pasar enggan beraksi sebelum mendapat kejelasan mengenai langkah OPEC bersama mitra dalam menyikapi kejatuhan harga minyak yang sudah merosot lebih dari 30 persen sejak awal Januari lalu.

Arab Saudi dkk sudah berupaya melobi Russia untuk kembali memotong output sebesar 1 juta barel per hari (bph). Perlu diketahui, Arab Saudi menginginkan pemotongan output tambahan sebanyak 1 juta hingga 1.5 juta barel per hari (bph) pada kuartal kedua, seiring dengan pemotongan output 2.1 juta bph yang sudah diterapkan dan akan berlangsung hingga akhir 2020. Namun, Rusia selaku mitra utama OPEC belum sepenuhnya setuju.

"Jika OPEC plus setuju untuk tidak melakukan pemotongan produksi seperti yang dikehendaki oleh Rusia, maka kami melihat kondisi ini tidak akan mampu meredam kejatuhan harga minyak lebih jauh," kata Edward Moya, analis pasar senior dari OANDA.

Menurut Moya, keputusan apapun OPEC yang hanya memotong output di bawah 1 juta bph akan menekan harga minyak untuk melemah lebih dalam. Pendapat Edward Moya cukuplah beralasan. Wabah Virus Corona telah melumpuhkan aktivitas ekonomi di banyak negara termasuk China, yang notabene adalah salah satu konsumen energi terbesar di dunia setelah AS. Perlambatan ekonomi China berarti akan memicu penurunan permintaan minyak, sehingga tidak heran apabila harga minyak semakin terperosok apabila OPEC plus tidak mengambil langkah serius pada pertemuan hari ini.

292224

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.