Advertisement

iklan

Harga Minyak Merosot Akibat Konflik Dagang AS - China

Eskalasi konflik dagang AS - China berimbas buruk bagi harga-harga komoditas. Namun, penurunan harga minyak dihalangi oleh sanksi AS atas Iran.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Harga minyak merosot nyaris 4 persen pada hari Rabu (8/Agustus) akibat eskalasi konflik perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Harga minyak mentah Brent sempat jatuh ke USD71.66 per barel, meskipun hari ini (9/Agustus) sudah beranjak ke USD72.48. West Texas Intermediate (WTI) juga longsor ke level terendah dalam lebih dari sebulan pada USD66.36 per barel, walaupun sekarang telah merangkak naik ke USD67.01.

 

Harga Minyak 9 Agustus 2018

 

Konflik Dagang Meluas Ke Bahan Bakar

Setelah AS memperpanjang daftar produk China yang dikenai bea impor, Beijing ikut mengumumkan pertambahan jenis produk impor dari AS yang dikenai tarif; termasuk bahan bakar, besi, mobil, dan peralatan medis. Sementara itu, data impor China menunjukkan penurunan permintaan atas komoditas energi, sehingga mengkonfirmasi kekhawatiran yang telah timbul di kalangan investor mengenai dampak perang dagang terhadap permintaan komoditas.

"Perang dagang AS-China akan memburuk, dan dampaknya pada harga minyak akan bertahap seiring dengan perkembangan situasi," ungkap Abhishek Kumar, analis energi senior di Interfax Energy, pada Reuters," Minyak mentah dan produk-produk turunannya (dari Amerika Serikat) dipengaruhi oleh tarif tambahan yang akan mengurangi daya saing mereka di pasar China."

Selain itu, info terbaru dari US Energy Information Administration juga membebani harga minyak. Menurut laporan EIA, inventori minyak mentah di AS hanya turun 1.4 juta barel dalam sepekan terakhir, padahal analis mengekspektasikan penurunan sebesar 3.3 juta barel. Persediaan Gasolin juga mencatat kenaikan 2.9 juta barel, alih-alih menurun 1.7 barel sebagaimana diekspektasikan analis dalam polling Reuters.

"Permintaan atas Gasolin telah menjadi salah satu cerita bullish di pasar minyak. Jika permintaan itu menurun sedikit, (maka) kemungkinan kita melihat keengganan (pasar) akan harga yang lebih tinggi," ujar Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group di Chicago.

 

Harga Minyak Disangga Sanksi Atas Iran

Terlepas dari kabar-kabar tersebut, harga minyak secara fundamental disangga oleh sanksi AS atas Iran yang mulai berlaku lagi hari Selasa kemarin secara bertahap. Washington akan secara khusus memblokir sektor petroleum Iran mulai November; hal mana mengancam status Iran sebagai produsen minyak terbesar ketiga diantara negara-negara OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries).

Sebuah media Iran melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Sharif menyatakan rencana AS untuk memangkas ekspor minyak Iran menjadi nol takkan berhasil. Namun demikian, AS telah mengancam akan mengenakan penalti atas pihak manapun yang masih berani membeli minyak dari Teheran setelah sanksi diterapkan kembali.

284820

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone