Advertisement

iklan

EUR/USD 1.082   |   USD/JPY 150.440   |   GBP/USD 1.267   |   AUD/USD 0.656   |   Gold 2,035.02/oz   |   Silver 23.02/oz   |   Wall Street 39,131.53   |   Nasdaq 15,996.82   |   IDX 7,283.82   |   Bitcoin 51,733.24   |   Ethereum 3,112.70   |   Litecoin 70.08   |   Menurut Natixis, jika ECB bertujuan untuk menurunkan inflasi hingga 2%, ECB tidak akan menaikkan suku bunga terlalu banyak, 1 jam lalu, #Forex Fundamental   |   EUR/JPY bertahan di bawah level 163.00 di tengah kekhawatiran intervensi, 2 jam lalu, #Forex Teknikal   |   USD/CHF berkonsolidasi di atas level 0.8800, fokus pada data PDB AS dan Swiss, 2 jam lalu, #Forex Teknikal   |   AUD/JPY turun lebih rendah untuk menghentikan kenaikan delapan hari beruntun ke level tertinggi Multi-Tahun, 2 jam lalu, #Forex Teknikal   |   PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA) membukukan kenaikan pendapatan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada Desember 2023 sebesar $478.27 juta, 8 jam lalu, #Saham Indonesia   |   BEI menyetop perdagangan PT Bersama Mencapai Puncak Tbk. (BAIK) pada hari ini, sehubungan dengan terjadinya penurunan harga kumulatif yang signifikan, 8 jam lalu, #Saham Indonesia   |   S&P 500 Futures stabil di 5,100, sementara Nasdaq 100 Futures bertengger di level 17,985. Dow Jones Futures turun sedikit menjadi 39,177, 8 jam lalu, #Saham AS   |   Saham berjangka AS sedikit bergerak pada akhir transaksi hari Minggu setelah mencapai rekor tertinggi, karena reli yang dipicu oleh AI di sektor teknologi saat ini tampaknya melambat, 8 jam lalu, #Saham AS
Selengkapnya

Harga Minyak Merosot Setelah Kekhawatiran Resesi Mencuat

Penulis

Harga minyak merosot pada perdagangan awal pekan karena kenaikan tajam kasus COVID di China yang memicu kekhawatiran resesi.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex - Harga minyak mentah merosot cukup signifikan pada perdagangan hari Senin (21/November), ditekan oleh kepanikan pasar terhadap potensi terjadinya resesi ekonomi setelah China melaporkan kenaikan kasus COVID tertinggi sejak April 2022. Pada saat berita ini diturunkan, minyak Brent melemah 0.96 persen pada kisaran $88.25 per barel, sementara minyak WTI turun 0.67 persen pada kisaran $80.35 per barel.

Harga minyak merosot

Pelemahan harga minyak yang sudah terjadi sejak pekan lalu sebenarnya tidak terlepas dari kepanikan investor terhadap perlambatan permintaan minyak dari China. Pasalnya, lonjakan kasus COVID-19 di beberapa kawasan negara tersebut sudah mencapai angka yang cukup mengkhawatirkan.

Apabila kenaikan kasus COVID di China terus berlanjut, pemerintah setempat berpotensi menerapkan pembatasan ketat seperti yang terjadi pada kuartal kedua lalu. Saat ini saja, volume pengiriman minyak dari Aramco menuju China untuk bulan Desember sudah menurun.

 

Dolar AS Tambah Tekanan, Pasar Tunggu Reaksi OPEC

Di samping masalah permintaan China, harga minyak juga dibayangi oleh penguatan Dolar AS. Indeks Dolar (DXY) saat ini naik ke kisaran 107.49 setelah sejumlah pejabat The Fed mengutarakan pernyataan bertendensi hawkish. Mereka menyebutkan bahwa bank sentral AS tidak akan menghentikan kebijakan pengetatan sebelum tingkat inflasi turun ke target 2 persen. Kendati sudah mengalami sedikit penurunan pada bulan Oktober, inflasi AS saat ini memang masih di atas 7 persen.

Sebagian analis memperkirakan pelemahan harga minyak lebih jauh akan mendorong prospek pemotongan produksi lanjutan oleh OPEC+ pada pertemuan 4 Desember mendatang. Padahal, OPEC baru saja memangkas output sebesar 2 juta barel per hari (bph) pada awal Oktober silam. Langkah tersebut menjadi pemotongan produksi terbesar dalam dua tahun terakhir dan memicu kontroversi perselisihan dengan pemerintah AS.

Download Seputarforex App

298555
Penulis

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.