Advertisement

iklan

Harga Minyak Terguling Lagi, Ditendang Data API

Estimasi oleh lembaga API menunjukkan terjadinya peningkatan stok minyak mentah di Amerika Serikat dalam besaran yang tak terduga sebelumnya.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Harga minyak jatuh dalam perdagangan sesi Asia hari Rabu pagi ini (17/5), setelah dirilisnya data American Petroleum Institute (API). Estimasi oleh lembaga API menunjukkan terjadinya peningkatan stok minyak mentah di Amerika Serikat dalam besaran yang tak terduga sebelumnya.

 

harga minyak

 

Menurut laporan API, inventori minyak mentah AS naik 882,000 barel per akhir pekan lalu, jauh di atas perkiraan. Ekspektasi sebelumnya mengharapkan terjadi penurunan sebesar 2.3 juta barel, setelah di periode sebelumnya berkurang 5.789 juta barel.

Dalam laporan yang sama, stok hasil distilasi naik 1.79 juta barel, di atas perkiraan 1.05 juta barel. Kabar baik hanya dapat dilihat pada data suplai Gasolin yang turun 1.78 juta barel, versus perkiraan minus 731,000 barel.

Menyusul dipublikasikannya laporan API pagi tadi, harga minyak jatuh. Di New York Mercantile Exchange, harga kontrak minyak berjangka untuk pengiriman bulan Juni jatuh nyaris 1% ke $48.15 saat berita ini diangkat. Sementara di Intercontinental Exchange London, minyak mentah Brent dihargai $51.18 per barel.

Namun demikian, sinyal akan diperpanjangnya kesepakatan pemangkasan output oleh kartel terbesar di dunia, OPEC, semakin kuat. Setelah Arab Saudi dan Rusia mengikrarkan niat mereka untuk memperpanjang kesepakatan tersebut hingga Maret 2018, Menteri Perminyakan Kuwait, Essam Al-Marzouq, menyatakan dukungannya.

Ke depan, investor akan mengamati laporan persediaan minyak mentah AS pekanan versi Energy Information Administration (EIA) yang akan dirilis nanti malam. Selain itu, komentar-komentar dari para pejabat tinggi bidang perminyakan di negara-negara OPEC juga dinantikan menjelang rapat OPEC tanggal 25 Mei di Wina, Austria.

278955

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.