OctaFx

iklan

IMF Rilis Evaluasi Mixed Tentang Outlook Ekonomi Global 2020

IMF berpendapat perekonomian global tahun 2020 tetap akan pulih, tetapi bertumbuh dengan laju lebih lambat dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Malam ini (20/Januari), lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) merilis laporan outlook ekonomi global terbaru yang dapat dipahami mixed. Perekonomian global tahun 2020 diperkirakan tetap pulih, tetapi bertumbuh dengan laju lebih lambat dibandingkan estimasi sebelumnya. IMF juga menyebutkan serangkaian risiko yang perlu diperhatikan.

IMF

 

Stimulus Moneter Turut Menopang Pertumbuhan Global

IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global tahun 2020 akan terakselerasi hingga 3.3 persen, lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pertumbuhan tahun 2019 yang hanya sebesar 2.9 persen. Ekspektasi pertumbuhan tahun 2020 juga menandai harapan pemulihan pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir. Akan tetapi, ekspektasi pertumbuhan 2019 dan 2020 sama-sama lebih rendah dibandingkan dengan yang tercantum dalam rilis laporan bulan Oktober lalu.

IMF merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat, Zona Euro, India, dan beberapa negara lain. Proyeksi pertumbuhan volume perdagangan global juga dipotong dari 3.2 persen menjadi 2.9 persen untuk tahun 2020, meskipun diharapkan masih akan lebih baik ketimbang pertumbuhan 1 persen pada tahun lalu.

IMF menilai kelesuan dalam sektor manufaktur dan perdagangan global telah mencapai kisaran terendahnya dan siap bangkit. Di sisi lain, ada sinyal positif bagi pertumbuhan dalam bentuk kabar baik dari perundingan dagang AS-China dan kebijakan moneter akomodatif yang dijalankan oleh berbagai bank sentral. Menurut IMF, pertumbuhan dunia tahun 2019 dan 2020 akan lebih rendah 0.5 persen tanpa adanya stimulus moneter dari berbagai bank sentral.

 

Hubungan Dagang AS-China Masih Perlu Diwaspadai

IMF menilai ancaman bagi pertumbuhan global telah banyak berkurang. Namun, IMF mewanti-wanti tentang beberapa ketidakpastian yang patut disoroti. Pertama, perundingan dagang AS-China yang masih terus berlanjut. Kedua, ketegangan AS-Iran berpotensi menghantam pasokan minyak dunia. Ketiga, gejolak sosial politik dan bencana alam.

"Sedikit sinyal pembalikan yang sudah tampak dalam data makroekonomi dunia," catat IMF, "Risiko berlanjutnya pertumbuhan global di bawah rata-rata masih nyata meskipun ada sinyal tentatif bagi stabilisasi momentum."

Pimpinan Ekonom IMF, Gita Gopinath, mengatakan bahwa pakta perdagangan AS-China fase pertama telah mengurangi efek negatif perang dagang terhadap output tahun 2019 dan 2020. Akan tetapi, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengingatkan bahwa ditandatanganinya kesepakatan dagang tersebut hanya bermakna "penurunan dampak negatif, bukan pengentasan."

Outlook ekonomi global termasuk dalam agenda yang akan dibahas lebih lanjut dalam ajang pertemuan tahunan World Economic Forum di Davos, Swiss, mulai tanggal 22 Januari besok.

291713

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.