iklan

Indeks Dolar AS Naik Pasca Rilis PMI Jasa AS

Meski masih kontraksi, data PMI Jasa AS ternyata tak seburuk perkiraan. Dolar AS pun menguat merespon laporan tersebut.

iklan

iklan

Seputarforex.com - Dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang mayor di sesi perdagangan Selasa (05/Mei) malam ini. Saat berita ditulis, Indeks Dolar AS (DXY) naik 0.3 persen ke 99.81, melanjutkan kenaikan di sesi sebelumnya yang mencapai hampir satu persen.

dxy

 

PMI Jasa AS Patahkan Ekspektasi

Institute for Supply Management's (ISM) melaporkan bahwa indeks PMI non-manufaktur atau jasa AS hanya merosot ke 41.8 di bulan April 2020. Meskipun masih terkontraksi serta lebih rendah dari indeks bulan Maret di 52.5, hasil tersebut jauh lebih melegakan daripada ekspektasi penurunan ke 36.8.

united-states-non-manufacturing-pm

Sayangnya, indeks PMI Jasa ISM tak sejalan dengan indeks US Composite Output yang dirilis oleh lembaga IHS Markit. Data yang mengukur sektor manufaktur dan jasa secara gabungan tersebut jeblok ke 27.0, terendah sejak tahun 2009.

 

 

Dolar AS Tunggangi Konflik

Mengapa Dolar AS tetap dapat menguat meski data PMI belum stabil? Menurut Juan Perez dari Tempus Inc, hal itu lebih disebabkan oleh fungsi Dolar AS sebagai safe haven dalam situasi polemik. Khususnya, saat konflik AS dan China mengalami eskalasi seperti saat ini.

"Dolar AS akan mengambil manfaat dari suatu kekacauan dan kita masih berada dalam kondisi pasar yang seperti itu. Bahkan, (Dolar AS tetap menguat) meskipun kita sudah melihat kebangkitan sentimen risiko seiring dengan beberapa negara bagian AS yang membuka kembali perekonomiannya secara gradual," kata Perez.

Pada hari Jumat lalu, Presiden AS Donald Trump menuding bahwa China adalah biang keladi dari kekacauan akibat virus Corona. Menurut Trump, China sengaja mengembangkan virus tersebut di sebuah laboratorium di Wuhan sehingga perlu diberi sanksi lagi.

Meski tudingan Trump soal virus tersebut dibantah oleh Kantor Pusat Intelijen AS sendiri, tetapi Mike Pompeo sebagai Menteri Luar Negeri AS justru mendukung pernyataan Trump. Ia mengatakan bahwa ada banyak bukti yang memperkuat bahwa virus Corona adalah buatan China.

292869

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone