Inggris Pangkas Belanja Ritel Menjelang Pemilu Desember

Pound mengabaikan beragam gejolak dunia internasional dan data ekonomi domestik, masih optimis hasil pemilu Inggris bakal memuluskan brexit.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Data penjualan ritel Inggris membukukan pertumbuhan yang mengecewakan pada bulan Oktober 2019. Akan tetapi, laporan tersebut diabaikan oleh pelaku pasar yang masih berfokus pada antisipasi menjelang pemilu 12 Desember mendatang. Saat berita ditulis, Pound masih nongkrong di sekitar level 1.2860 versus Greenback. Pair EUR/GBP juga terus merangsek ke rekor terendah sejak awal bulan Mei lalu, walaupun laporan GDP Zona Euro (preliminer) mencetak rekor lebih baik dibandingkan estimasi awal.

Penjualan Ritel Inggris

UK Office for National Statistics (ONS) melaporkan bahwa masyarakat Inggris memangkas anggaran belanja mereka bulan lalu. Data penjualan ritel mencatat pertumbuhan -0.1 persen (Month-over-Month) pada periode Oktober. Padahal, investor dan trader mengharapkan data ini meningkat 0.2 persen.

Dalam basis tahunan, pertumbuhan penjualan ritel mangkrak pada level 3.1 persen selama dua bulan beruntun. Kinerja ini meleset dari ekspektasi yang dipatok pada 3.7 persen (Year-on-Year). Meski demikian, para analis mengantisipasi data penjualan ritel yang akan datang bakal membaik sehubungan dengan musim diskon Black Friday dan Natal.

"Data penjualan ritel pagi ini -yang sekali lagi menunjukkan rumah tangga berhati-hati dalam mengatur pengeluaran mereka- menandakan bahwa ini bisa jadi musim dingin yang lama dan sulit. Periode promo sekitar Black Friday dan Natal lagi-lagi akan menjadi krusial," kata Ed Monk dari perusahaan investasi Fidelity International, sebagaimana dilansir oleh BBC.

Ia menambahkan, "Dengan akhir tahun semakin dekat, pertumbuhan gaji yang macet dan tingkat inflasi yang melambat, menggarisbawahi tekanan yang membebani perekonomian. Pekan-pekan (pemilu) mendatang akan menjadi kunci yang membantu masyarakat Inggris dalam memutuskan resolusi tabungan dan belanja seiring dengan kita memasuki Tahun Baru."

Belum ada kabar signifikan baru terkait kampanye pemilu di Inggris. Setelah partai Brexit mengungkapkan dukungan bagi partai Konservatif, prospek kemenangan petahana PM Boris Johnson semakin kokoh. Hasil polling yang merefleksikan prospek tersebut disambut baik oleh investor dan trader, karena dianggap bakal memuluskan proses disahkannya kesepakatan brexit dengan Uni Eropa tahun depan. Hal ini pula yang menjaga posisi Poundsterling dalam rentang harga sekarang, walaupun rilis data ekonomi Inggris sejak awal pekan cenderung mengecewakan.

290959

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.