INOV: Laris Manis Di Hari Pertama Masuk Bursa

PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) akhirnya resmi melantai di bursa setelah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 28 Juni lalu.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) akhirnya resmi melantai di bursa kemarin Rabu (10/7) setelah resmi mengantongi pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 28 Juni 2019 untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO).

INOV didirikan pada tanggal 17 Juli 2001 dengan nama PT Hilon Felt dan mulai beroperasi pada tahun 2003. INOV berlokasi di Kawasan Industri Pasar Kemis Jl. Putera Utama No. 10 Desa Suka Asih, Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang-Banten. INOV merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang industri serat stapel dan industri non woven.

Direktur Utama INOV Jaehyuk Choi mengatakan, tujuan utama memasuki bursa efek adalah untuk mencapai transparansi, efisiensi, serta akuntabilitas dalam setiap kegiatan operasional perusahaan. Dengan adanya akses ke pasar modal, akan memberikan cukup ruang bagi perusahaan untuk mengembangkan visi.

Berdasarkan laporan keuangan tahun 2018, INOV membukukan laba sebanyak Rp. 16.04 miliar atau naik sebanyak 5.18 persen dari perolehan laba sebelumnya sebesar Rp. 15.25 miliar.

berita saham inov

 

Terkena Auto Reject Atas Di Hari Pertama

PT Hilon Indonesia menjadi pemegang saham terbesar sebanyak 45.54 persen, sedangkan 20.83 persen saham dipegang oleh PT Samudera Industri. Saham INOV dilepas sebanyak 608,000,000 lembar saham kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp. 100 per lembar saham. Harga penawaran Rp. 250 per lembar saham setara dengan 33.62 persen dari jumlah modal yang dianggarkan.

Pada pencatatan perdananya kemarin, INOV langsung terkena Auto Reject Atas dari harga penawaran Rp. 250 per lembar saham menjadi Rp. 374 per lembar saham. Oleh sebab itu, INOV optimis menargetkan perolehan dana IPO sebesar Rp. 152 miliar. Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk pembayaran hutang sebesar 40 persen, kemudian sisanya akan digunakan untuk pengembangan bisnis melalui anak usaha baru, serta penambahan modal perusahaan.

289186

Wiraswasta kelahiran Lombok Timur dan seorang Independent Stock Trader di Bursa Efek Indonesia. Awal ketertarikannya di dunia trading dimulai ketika cryptocurrency masih berjaya, tapi sejak terjadi crash di pasar kripto, ia mengubah haluannya menjadi long-term trader di pasar saham. Trading plan yang digunakan mencakup analisis teknikal dan fundamental.