Advertisement

iklan

Jelang Pembukaan KTT G20, Dolar Capai Tertinggi Sepekan Versus Yen

USD/JPY mendaki lebih dari 0.3 persen ke kisaran tertinggi sepekan, selagi investor dan trader menantikan pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di KTT G20 Osaka.

FirewoodFX

iklan

Xm

iklan

Indeks Dolar AS (DXY) mencatat kenaikan sekitar 0.2 persen ke level tertinggi 96.39 dalam perdagangan sesi Asia hari ini (27/Juni), di tengah tingginya antisipasi pasar menjelang digelarnya ajang KTT G20 di Osaka, Jepang. Sementara itu, pasangan mata uang USD/JPY mendaki lebih dari 0.3 persen ke kisaran tertinggi sepekan pada level 108.14 menjelang pembukaan sesi Eropa, walaupun investor dan trader masih cenderung mengambil sikap wait-and-see.

USDJPY DailyGrafik USD/JPY Daily via Tradingview

Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bakal bertemu di ajang KTT G20 besok demi mengupayakan penyelesaian konflik dagang antara kedua negara. Hasil apapun yang diperoleh dalam pertemuan itu akan berpengaruh besar terhadap iklim perdagangan global maupun kebijakan moneter Amerika Serikat.

Di tengah ketegangan ini, posisi Greenback didukung oleh komentar Menteri Keuangan AS dini hari tadi. Steven Mnuchin mengatakan bahwa kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan China sudah "sekitar 90 persen" selesai. Ia kemudian meralat pernyataan itu dengan menegaskan bahwa ia menggunakan past tense saat menceritakan kemajuan negosiasi AS-China. Meski demikian, optimisme pasar tetap besar.

"Sebagaimana ditampilkan oleh pergerakan Yen menanggapi komentar Mnuchin, pasar kemungkinan bereaksi dengan gelisah terhadap berita-berita mengenai pertemuan G20," kata Masafumi Yamamoto, pimpinan pakar strategi forex di Mizuho Securities. 

"Apabila kedua pihak setuju untuk tidak menerapkan tarif impor lagi, Fed tidak akan perlu memangkas suku bunga," ungkapnya, "Sebaliknya, jika diskusi mengarah pada tarif impor yang lebih banyak, maka itu bisa mendorong para pengambil kebijakan (Fed) yang masih ragu-ragu untuk memangkas suku bunga."

Selain itu, pelaku pasar juga bakal memantau rilis data GDP (Gross Domestic Product) Amerika Serikat kuartal I/2019 versi final pada sesi New York. Estimasi awal mematok laju GDP tetap 3.1 persen (Quarter-over-Quarter), sehingga semestinya tidak menimbulkan banyak reaksi di pasar keuangan. Namun, apabila data tersebut direvisi, baik lebih tinggi maupun lebih rendah, maka bisa menjadi katalis yang cukup signifikan.

288989

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.