Advertisement

iklan

Jelang Rilis NFP, Dolar AS Tertekan Dua Faktor Ini

Dolar AS melemah pada sesi perdagangan pagi ini karena dipicu oleh penguatan mata uang mayor lain, juga ketidakpastian prospek deal dagang fase pertama.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Pada sesi Asia hari Jumat (06/Desember), Indeks Dolar AS terpantau melemah terhadap mata uang mayor lain. Saat berita ini ditulis, Indeks DXY yang mengukur kekuatan Dolar AS terhadap enam mata uang utama bergerak di level 97.37, melanjutkan penurunan harian yang terbentuk sejak awal pekan.

Dolar AS Tertekan Jelang Rilis

Kondisi pelemahan Dolar AS di sepanjang minggu ini disebabkan oleh sentimen dan kebingungan pelaku pasar atas sinyal beragam dari rilis data ekonomi AS, juga simpang siur perkembangan kesepakatan dagang AS-China fase satu; satu pihak mengklaim persetujuan bisa segera diteken, tapi pihak lain memberikan pernyataan bernada sebaliknya (baca juga: China Bersikeras Minta AS Pangkas Tarif Impor Demi Kesepakatan Dagang).

Pergerakan Indeks Dolar AS semakin tidak berdaya dalam menghadapi penguatan mata uang mayor lain. Sebelumnya, Sterling melaju naik karena terdorong oleh optimisme kemenangan partai Konservatif pada Pemilu Inggris 12 Desember mendatang. Sementara itu, mata uang safe haven seperti Yen dan Franc Swiss menjadi pilihan investor di tengah  ketidakpastian deal dagang AS-China. Dolar AS juga terpantau melemah versus Euro, Dolar Australia, dan Dolar New Zealand.

 

Investor Waspadai Rilis NFP Bulan November

Nanti malam, pelaku pasar akan menyambut rilis data Non Farm Payroll (NFP) untuk bulan November 2019. Konsensus pasar menunjukkan bahwa ekonomi AS akan menambah 183k pekerjaan setelah mencatat kenaikan 123k pada bulan Oktober.

Pasar diliputi kekhawatiran terhadap rilis NFP bulan November karena laporan pekerjaan sektor swasta pada hari Rabu (03/Desember) berada jauh di bawah ekspektasi, yakni hanya mencatat kenaikan 67k. Padahal, konsensus pasar untuk data ADP memperkirakan kenaikan dari mencapai 121k ke 137k.

"Pasar berada dalam kondisi sangat rapuh sekarang... Jadi kita akan melihat pergerakan Dolar AS yang besar di kedua arah (naik ataupun turun) saat rilis data Payroll berada jauh dari ekspektasi," kata Michael McCarthy, kepala strategi pasar CMC Markets.

291212

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.